skip to main |
skip to sidebar
Pak Kades menjadi Fasilitator Pemeliharaan Posyandu
Sebuah cerita perjalanan Noke Agustianto FK naturalisasi Jepang dan Shammy Servia FT Naturalisasi Pakistan...
Ada yang
patut diceritakan ketika kami berkunjung ke Desa Cibogo, Kecamatan
Padaherang, Kabupaten Pangandaran (yang notabene masih menginduk ke Kabupaten
Ciamis). 12/09/2013, kami melakukan kunjungan rutin ke desa dan sampailah pada diskusi menarik mengenai hal-hal menyangkut desa dan program, terutama berkaitan tentang perencanaan pembangunan Desa Cibogo
untuk Tahun 2014.
Pada saat bincang-bincang di bale desa nampak terlihat beberapa orang yang sedang
bekerja merehabilitasi sebuah POSYANDU sederhana hasil kegiatan PNPM-MP Tahun
2007 di sebelah Kantor Desa yang pembangunannya masih belum selesai. Wangi cat
berwarna biru yang dipakai pada pintu bangunan posyandu itu terasa masih kuat menusuk hidup. Dengan
giat tiga orang pekerja yang menurut keterangan Pak Kades Ayim Karsim mereka adalah
kepala keluarga Rumah Tangga Miskin yang mengerjakan perbaikan bangunan agar fungsi posyandu menjadi sarana yang layak dan di revitalisasi fungsinya sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang cukup jauh mengakses puskesmas.
Menurut Pak Kades Ayim Karsim, kegiatan perbaikan posyandu yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk memelihara/melestarikan hasil kegiatan PNPM-MP
yang sekarang sudah menjadi asset Desa dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh
masyarakat. “kader-kader posyandu dengan sukarela menghibahkan uang operasional
mereka yang berasal dari ADD untuk
revitalisasi bangunan posyandu itu, empat ratus ribu bukan uang yang banyak,
namun atas dasar hasil musyawarah bersama para kader, perangkat desa, serta
beberapa tokoh masyarakat akhirnya muncul keputusan untuk merevitalisasinya,
swadaya pun muncul, yang paling besar yaaa… swadaya dari saku saya pribadi”,
Pak Kades Cibogo menjelaskan dengan guyon. “yang lebih penting, ini menjadi
pembelajaran bagi masyarakat akan kesadaran berpartisipasi dalam membangun desa
terutama pemahaman betapa pentingnya bermusyawarah untuk mencari solusi atas
masalah-masalah yang dihadapi desa”, tambahnya.
Sebuah pembelajaran yang berharga
bagi masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam pola pembangunan yang
partisipatif, juga untuk lebih mencintai hasil kegiatan yang sudah dibangun
bersama-sama. Kalau bukan kita, siapa lagi??? Dan nampaknya semakin bergairah dengan pendampingan Fasilitator naturalisasi dari Pakistan Shammy Servia
By. Noke Agustianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar