Pages

Senin, 23 September 2013

Pak Kades menjadi Fasilitator Pemeliharaan Posyandu

Sebuah cerita perjalanan Noke Agustianto FK naturalisasi Jepang dan Shammy Servia FT Naturalisasi Pakistan...
Ada yang patut diceritakan ketika kami berkunjung ke Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (yang notabene masih menginduk ke Kabupaten Ciamis). 12/09/2013, kami melakukan kunjungan rutin ke desa dan sampailah pada diskusi menarik mengenai hal-hal  menyangkut desa dan program, terutama  berkaitan tentang perencanaan pembangunan Desa Cibogo untuk Tahun 2014.

           Pada saat bincang-bincang di bale desa nampak terlihat beberapa orang yang sedang bekerja merehabilitasi sebuah POSYANDU sederhana hasil kegiatan PNPM-MP Tahun 2007 di sebelah Kantor Desa yang pembangunannya masih belum selesai. Wangi cat berwarna biru yang dipakai pada pintu bangunan posyandu itu terasa masih kuat menusuk hidup. Dengan giat tiga orang pekerja yang menurut keterangan Pak Kades Ayim Karsim mereka adalah kepala keluarga Rumah Tangga Miskin yang mengerjakan perbaikan bangunan agar fungsi posyandu menjadi sarana yang layak dan di revitalisasi fungsinya sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang cukup jauh mengakses puskesmas.

            Menurut Pak Kades Ayim Karsim, kegiatan perbaikan posyandu yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk memelihara/melestarikan hasil kegiatan PNPM-MP yang sekarang sudah menjadi asset Desa dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “kader-kader posyandu dengan sukarela menghibahkan uang operasional mereka yang  berasal dari ADD untuk revitalisasi bangunan posyandu itu, empat ratus ribu bukan uang yang banyak, namun atas dasar hasil musyawarah bersama para kader, perangkat desa, serta beberapa tokoh masyarakat akhirnya muncul keputusan untuk merevitalisasinya, swadaya pun muncul, yang paling besar yaaa… swadaya dari saku saya pribadi”, Pak Kades Cibogo menjelaskan dengan guyon. “yang lebih penting, ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat akan kesadaran berpartisipasi dalam membangun desa terutama pemahaman betapa pentingnya bermusyawarah untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang dihadapi desa”, tambahnya.
            Sebuah pembelajaran yang berharga bagi masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam pola pembangunan yang partisipatif, juga untuk lebih mencintai hasil kegiatan yang sudah dibangun bersama-sama. Kalau bukan kita, siapa lagi???  Dan nampaknya semakin bergairah dengan pendampingan Fasilitator naturalisasi dari Pakistan Shammy Servia


By. Noke Agustianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar