Pages

Featured Posts

Jumat, 05 Mei 2017

Pelatihan Peningkatan produktivitas kecamatan kawali

Pelatihan peningkatan produktivitas kecamatan kawali kabupaten ciamis

Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yaitu penerapan penataan rumah tangga yang baik (good housekeeping) atau yang lebih populer dikenal dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu) sehingga segala bentuk pemborosan seperti material, waktu, mesin, ruangan, pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir.

Melalui penerapan konsep 5S ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam penciptaan budaya kerja produktif, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin. Program 5S juga memberikan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit secara bertahap tapi terus menerus.

Penerapan konsep 5S dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5S secara baik, maka disusunlah Modul Penerapan 5S di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan.

Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis.

Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan menerapkan 5S di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi :

Tanpa Pemborosan (Zero Waste).
Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri).
Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down).
Tanpa Cacat (Zero Defect).
Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time).
Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery).
Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim).
Tanpa Kerugian (Zero Defisit).
Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikan berkesinambungan).
Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja.
Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja.
Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif.
5S Sebagai ilmu perilaku : perbuatan lebih meyakinkan daripada kata-kata.
Sebagai barometer manajemen : perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang.
Sebagai falsafah manajemen dan Sebagai sasaran utama produktivitas.



sumber: Fitra Irpan (Anak Tanah Nusantara) (wry)

Kamis, 04 Mei 2017

Sosialisasi Pajak Kecamatan Kawali

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kabupaten ciamis. Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa bekerjasam dengan kpp pratama ciamis melaksanakan sosialisasi pemotongan dan pemungutan pajak bagi perangkat desa se kabupaten ciamis yang dilaksanakan di aula kecmatan kawali (04/05). Pendamping desa turut ikut serta turut mendorong wajib pajak dengan cara bersama perangkat desa menjalankannya didalam pengelolaan keuangan desa. Diharapkan setelah sosialisasi ini wajib pajak meningkat dan meningkatkan tertib administrasi desa dalam rangka pengelolaan keuangan desa yang akuntabel

Rabu, 03 Mei 2017

Pendampingan Desa Kecamatan Kawali

Pendamping Desa Kec. kawali
Warung Pojok Kopi jadi ajang silaturahmi dalam mempererat komunikasi dan konsolidasi dalam mendampingi desa. Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bantuan Keuangan Provinsi Atau Banprov di dampingi dan di awasi pelaksanaannya. 
agar segala sesuatu nya terlaksana dengan baik maka peran dan fungsi Pendampingan Desa sangat stategis dan menentukan dinamisasi Desa membangun Indonesia.
mengutif filosofhi bung M. Hatta..... "Indonesia tidak akan bercahaya karena Obor Besar di Jakarta, tapi Indonesia bercahaya karena lilin-lilin di Desa"
MERDESA adalah Jargon Pendamping Desa yang mana mendampingi desa terasa sudah menjadi rutinitas biasa dan tidak menjadi beban kerja, akan tetapi MERDESA sudah menjadi kebutuhan yang mendasar untuk bersosialisasi dan turut menyumbang peran menuju Desa yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.