Pages

Rabu, 04 September 2013

MENGGAGAS DESA KAWASAN DOMBA DI DESA SUKASARI BANJASARI CIAMIS


Sehari bersama Nur Dewi ( alias wa ocih ) fasilitator Kecamatan dan Irwan Fasilitator Teknik Kecamatan Banjarsai, juga di dampingi Gustiaman alias Abeh ketua UPK Banjarsari, akhirnya menuntun pada sebuah pembelajaran berharga, karena tidak banyak saat ini pemimpin yang memiliki kecerdasan dan responsitas / kepekaan sosial serta mampu menggagas serta turun langsung dan bekerja dengan rakyat dalam mengembangkan potensi desa dan melakukan tindakan bersama menciptakan gagasan kreatif untuk membangun kesejateraan dan kemandirian desanya. Perlu kita akui saat ini masih banyak pemimpin sebut saja kepala desa yang hanya menggantungkan berjalannya roda pemerintahan dan pembangunan desa hanya mengandalkan bantuan, sehingga nampak sekali bagaimana kepala desa seperti ini akan memperlihatkan sikap re-aktif terhadap program-program bantuan pemerintah baik APBN, APBD propinisi maupun Kabupaten.

Dalam proses kegiatan PNPM Mandiri seringkali kita temui, sikap-sikap arogansi yang memaksakan kehendak untuk mendapatkan bantuan pada proses penentuan prioritas usulan ataupun pada penetapan pendanaan, sehingga kualitas kegiatan yang di usulkan dan bahkan terdanai seringkali tidak memiliki dampak dalam pencapaian tujuan program itu sendiri, pemerataan pendanaan kegiatan dengan kata lain ”bagi-bagi kue” usulan lebih pada kepentingan pemuasan untuk mendapat pencitraan mendapatkan proyek atau bahkan mendapatkan kesempatan untuk kepentingan sesaat dari kegiatan proyek yang berlangsung.

Dalam perjalanan petualang di tengah lumpur kegalauan, keputusasaan, ketidak percayaan meskipun tidak sampai apatis melihat elite-elite desa saat ini, yang terkooptasi tingkah laku elite politik negara ini dalam sikap, tindak dan perbuatan pada masyarakatnya, ternyata perbincangan ringan, sangat terharu rasa masih ada beberapa rekan-rekan kepala desa yang ternyata masih memiliki idealisme dan cita-cita luhur membangun kemandirian desa untuk kesejahteraan desa tanpa harus menunggu bantuan, tetapi senantiasa berkarya dengan berbekal potensi, cita-cita dan dekat dengan masyarakat.

Kecamatan Banjarsari dengan wilayah kecamatan yang luas dan tersebar sebanyak 21 desa, ternyata memiliki pemimpin-pemimpin desa yang tidak hanya menggagas tetapi turut bekerja bersama masyarakat mengembangkan potensi ternak domba, yang pernah dan masih saat ini menunjukan tanda-tanda sebagai wilayah potensial pengembangan ternak domba, terbukti terdapat pasar ternak domba yang dijadikan sebagai tempat transaksi penjualan ternak domba dari berbagai daerah di sekitar Banjarsari bahkan pedagang dan peternak domba dari propinsi jawa tengah.
Berbekal pengamatan potensi wilayah dan kemampuan dan kepekaannya terhadap permasalahn masyarakat selama ini tentang pengelolaan ternak domba seperti hal-hal berikut :
  • Sering terjadinya kasus pencurian domba di daerah pangonan pada domba yang di gembalakan
  • Sering terjadinya rebutan tanah pangonan, karena keterbatasan sumber pakan
  • Rendahnya kualitas ternak domba
  • Tingkat Kesehatan lingkungan yang buruk sebagai akibat kebiasaan masyarakat membuat kandang di depan rumah atau berdekatan dengan sumber air.
  • Perbagai permasalahan pengelolaan kualitas ternak domba sebagai akibat keterbatasa keterampilan dalampengelolaan ternak domba.
  • Masih banyak lahan kritis yang tidak dimanfaatkan masyarakat.
Berawal dari diskusi seputar permasalahan pengelolaan kegiatan simpan pinjmam yang dilakukan UPK dengan Kang Irwan, Wa Ocih ( Nur Dewi ), Ibu Ade “kokom dot kom” juga Kang Agustiawan “Abe” perbincangan menjadi sangat menarik saat UPK mampu mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus membangun keberdayaan kelembagaan desa untuk mendorong kemandirian desa serta di sisi lain membangkitkan lagi Usaha Ekonomi Produktif melalui kegiatan Usaha Bersama yang saat ini di beberapa desa terutama desa Sukasari banyak kelompok-kelompok UEP yang tersandung permaslahan microfinance yang menyebabkan tingkat kemacetan pengembalian di UPK tinggi.

Menggagas Desa Domba Sang Kaur Ekbang Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari
Gagasan seorang kaur ekbang pak Kusmana, saat ini terpilih menjadi kepala desa Sukasari dengan beberapa warganya mendirikan kelompok Usaha Bersama “Wiradadaha” di kampung Sukahurip desa Sukasari. Kelompok ini bergerak dalam usaha penggemukan domba yang di kelola dengan sistem kemitraan antara masyarakat, Kelompok Mitra Cai “P3A” ulu-ulu dan Pemerintahan Desa.

Model kerjasama yang dibangun adalah antara masyarakat dan kelompok mitrai cai membangun kawasan ternak domba di lahan milik desa untuk di manfaatkan dengan membangun kandang domba bersama yang di kelola kelompok miitra cai yang di kelola Pak Parman yang dibantu istrinya. Domba-domba yang di pelihara merupakan domba titipan masyarakat yang di kandangkan secara intensif di kelompok Usaha Bersama ini, sebagian masyarakat menamakan “Bank Domba”. Seluruh masyarakat bisa menitipkan dan menabungkan ternak dombanya untuk kelola Kelompok ini dengan disediakan fasilitas sebagai berikut :
  • Ruang Belajar Bersama yang berfungsi sebagai sekretariat kelompok, sekaligus Ruang Belajar Masyarakat dalam pengembangan ternak Domba, serta gudang penyimpanan peralatan, pakan dan obat-obatan
  • Terdapat pula kandang-kandang individu saat ini memiliki 2 komplek kandang yang mampu menampung 50 ekor domba, dan saat sedang menambah komplek kandang baru
  • Kebun Rumput gajah sebagai sumber pakan ternak
  • Bak Pengolah kompos dan kotoran ternak sebagai sumber pupuk organik
  • Penampungan urine domba yang kemudian di permentasi sebagai pupuk cair
  • Kebun palawija ( Cabe, tomat, jahe, dll ) sebagai pendukung pemenuhan kebutuhan pengelola
Dengan kondisi fasilitas tersebut diatas menunjukan keseriusan menuang sebuh konsep pengembangan ekonomi perdesaan berbasis potensi lokal yaitu domba, meskipun baru menginjak 8 Bulan saat ini kelompok yang di jalankan memperlihatkan perkembangan yang luar biasa bermodal 5 ekor domba saat ini sudah mencapai 32 ekor. Bentuk gagasan di rancang dengan di gagas motto kelompok dan konsep rencana kawasan yang ingin dikembangkan bersama masyarakt dengan terus-menerus mengembangkan fasilitas pendukung pengembangan domba.

Kelompok Wiradadaha mendapatkan pinjaman UEP dari UPK Sebesar Rp. 30.000.000,- Pada tahun anggaran 2013 ini kelompok wiradadaha menjadi salah satu kelompok sasaran untuk mendapatkan peningkatan kapasitas kelompok usaha melalui :
  • Peningkatan keterampilan tata laksana ternak domba
  • Pembuatan pengelolaan limbah ternak sebagai sumber pupuk organik pertanian ( Pupuk padat dan pupuk cair )
  • Pelatihan pengolahan pakan ternak
  • Peningkatan kapasitas keorganisasian dan studi lapang
Gagasan Kusmana mantan kaur ekbang desa Sukasari kec. Banjarsari Ciamis ( saat ini menjadi kepala Desa terpilih ), bisa menjadi contoh bagi para kepala desa yang memiliki gagasan pengembangan untuk perekonomian desa dalam rangka membangun kesejahteraan dan kemandiriannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar