Kesadaran berkelompok rupanya sudah mulai dirasakan sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat desa pamalayan kecamatan cijeungjing, setidaknya itu pula yang di rasakan oleh kelompok Tulip di dusun pende desa Pamalayan yang di pimpin oleh ibu Ating Rohaeni. Berawal dari kebiasaan “ngerumpi” di rumah bu Ating muncul rasa kedekatan dan kesetiakawanan antar warga diantara tetangga di wilayah RT 14/04 desa Pamalayan, seperti kebiasaan mengunjungi orang sakit, meninggal dan musibah lainnya, Ibu Yeni sebagai penggerak pertemuan akhirnya berinisiatif membentuk kelompok Simpan Pinjam pada awal tahun 2009 dan mengajukan pinjaman ke PNPM Mandiri perdesaan. sebagai upaya untuk memperkuat potensi gotong royong dan kesetiakawanan warga.
Kelompok Tulip pada awalnya mendapatkan pinjaman PNPM mandiri perdesaan sebesar Rp. 10.000.000,- yang di salurkan ke 10 orang anggotanya dengan rata-rata pinjaman Rp. 1.000.000,- per orang. Untuk mengikat kebersamaan kelompok mengantisipasi persoalan persoalan rumahtangga serta antisipasi tunggakan maka di sepakati dalam pertemuan kelompok untuk menggalang tabungan pokok dan sukarela, tabungan pokok sebesar Rp. 10.000,- sekali dalam setahun dan sukarela minimal Rp. 5.000,- per minggu. Kelompok Tulip pada awalnya beranggota 10 orang, tetapi saat ini sudah berkembang menjadi 15 orang dan Pinjaman yang di peroleh peranggota saat ini sudah mencapai Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 3.000.000,-
Kelompok Tulip saat ini buka saja mengelola Simpan Pinjam tetapi mengelola Warung Bersama untuk kepentingan para anggotanya, dengan bermodalkan tabungan sukarela dan pokok darianggotannya, ibu Yeni sebagai orang di balik kesuksesan kelompok Tulip mengajak anggotanya untuk membangun usaha bersama melalui warung bersama yang bertujuan untuk memudahkan kebutuhan para anggotanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sembako, jajanan anak, serta kebutuhan lainnya. Meskipun Usaha belumberjalan 1 tahun tetapi menunjukan perkembangan asset yang luar biasa, dari modal tabungan Rp. 500.000,- kemudian dijadikan modal untuk warung sederhana, saat ini asset penjualan sudah mencapai diperkirakan Rp. 2.000.000,-. Usaha Warung ini di kelola oleh Ketua kelompok yaitu ibu Ating Rohaeni dan administrasinya oleh Ibu Yeni.
Kelompok Tulip bukan saja kelompok yang di bentuk sekedar untuk mengakses dana BLM SPP , tetapi kelompok ini aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di desa seperti PKK, karang taruna, dan kegiatan-kegiatan kelembagaan di desa. Seringkali kelompok ini mengajukan gagasan-gagasan segar bagi masyarakat Desa Pamalayan, salahsatu gagasanya adalah mengadakan usaha pengelolaan sampah plastik, dengan model koperasi Plastik atau Bank Plastik. Gagasan ini di sampaikan di dalam setiap musyawarah desa, meskipun saat ini belum berjalan optimal, menurut Ibu Yeni Kegiatan pengelolaan sampah plastik ini sebagai bagian mengubah cara pandang masyarakat, bahwa sampah itu bermanfaat.
mang - ojo


Tidak ada komentar:
Posting Komentar