Perjalanan Panjang dan melelahkan dari Sekretariat faskab
PNPM Mpd menuju Kecamatan Langkaplancar (30/08) dengan menempuh jalur offroad
Cidolog-Pamarican yang melewati “tanjakan
sejuta” memang luar biasa ekstrem jalan berbatu dengan tanjakan curam mencapai
60 derajat sungguh sebuah perjalan yang sangat menyenang dan memiliki kepuasan tersendiri. Hari itu
saya dengan Rahmat Surya dan Asep Sofyan ( Asof) menempuh perjalanan ekstrem
dengan waktu tempuh hampir 1,5 jam.
Setelah Perjalanan yang melelahkan kami ke UPK melakukan
ritual pemeriksaan administrasi keuangan sekaligus umpan balik laporan UPK
untuk upaya korektif pada laporan bulan sebelumnya, karena waktu itu hari jumat
kami melanjutkan sholat jumat, selanjutnya saya dan Rahmat Surya ke sebuah rumah makan sederhana dengan gaya
bangun yang unik, karena di atas bubungan warung yang beratapkan asbes terdapat
pancuran yang mengesan kan hujan di
sekitar warung sedrhana tersebut dan
terasa oleh kami, hawa udara segar dan terlihat indah karena air pancuran yang
jatuh ke asbes menciptakan efek tirai air di sekitar warung, memang sebuah
gagasan yang unik menarik pelanggan, padahal lokasi kecamatan ini amat sangat
terpencil dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Kami makan
berdua menikmati suasana warung, yang pada akhirnya kami ketahui ternyata
pemilik warung adalah ibu Yayat Yasri halimah salah seorang anggota kelompok
pemanfaat UPK PNPM Mandiri Perdesaan.
Setalah selesai makan kami kembali ke UPK sebentar di
lanjutkan melakukan kunjungan ke kelompok, dan kelompok yang kami kunjungi
bernama Ratukalaseta ‘nama yang cukup angker dan seram’. Kami di dampingi pak
endang ketua UPK dan Kang Dian PL UPK akhirnya bertemu dengan sosok ibu yang
ramah dan cerewet beliau adalah Ibu Hj. Enok Rohimah yang beralamat di RT 05/02
dusun Limusnunggal desa Bangunjaya, memang ibu Hj. Enok bukanlah kategori RTM,
beliau adalah sosok Ratu/pemimpin yang mampu memotivasi , menginspirasi
anggotanya menjadi mandiri dan sejahtera.
Setelah beberapa berselang pembicaraan dengan ibu Hj. Enok
datang lah salah seorang anggota yang kemudian di ketahui ternyata pemilik
warung makan unik ‘saung balong’ yang bernama Ibu Yayat, ibu yayat sangat
mengagumi ibu hj. Enok dari gesture, mimik, sikapnya, karena ibu yayat adalah
salah satu anggota yang kemudian berhasil dalam perjuangan kerasnya hidup dari
seorang yang tidak memiliki usaha dan tidak berpenghasilan tetap serta
seringkali mengalami kesulitan hidup 3 tahun sebelumnya, atas jasa ibu hj. Enok
mengajak bergabung dalam kelompoknya yang bernama Ratu kalaseta, kehidupan
ekonomi semakin menaik dan memilki warung makan yang bisa memperkuat pondasi
kehidupan bu Yayat.
Kelompok Ratu Kalaseta bermula dari kelompok pengajian yang
di pimpin oleh Ibu Hj Enok, beliau dalam
kesempatan pengajian memberikan motivasi
dan inspirasi membangun ekonomi rumah tangga. Kelompok ratu kalaseta sebagai
bagian kelompok pengajian di bentuk tahun 2010 rata-rata pinjaman saat itu
mencapai Rp. 500.000,- per orang, saat ini pinjaman anggota mencapai rata-rata Rp.
3.000.000,-/orang. Ibu Hj Enok bukan sekedar ketua kelompok tetapi sebagai
konsultan keuangan rumah tangga beliau dianggap masyarakat sebagai guru
kebathinan dalam ekonomi kalua menurut istilah masyarakat sebagai ahli hikmah.
Ibu Hj. Enok rupanya tidak sekedar ketua kelompok yang hanya menyalurkan
pinjaman UPK, tetapi benar-benar memiliki visi yang diluar biasa mengembangkan
kelompok lebih berkembang secara organisasi dengan memberdayakan anggotanya
dengan cara :
·
Menggalang tabungan kelompok yang sudah cukup
banyak mencapai Rp. 2.500.000 yang di
khususkan untuk tanggung renteng, juga tabungan sosial yang bersifat sukarela
untuk membantu anggotanya yang sakit/meninggal dunia , dan oleh masyarakat
setempat disebut tabungan “kararepet”. Untuk mengembangkan kegiatan kelompok
beliau bercita-cita mengembangkan lembaga kelompok menjadi koperasi atau
pra-koperasi.
·
Mengembangkan Kegiatan sosial melalui santunan anak yatim dan jompo setiap tahunnya
, dan bercita-cita ingin mendirikan yayasan anak yatim dan jompo. Saat ini Anak
yatim yang disantuni mencapai 45 orang dan 15 orang jompo dan mendapat bantuan
dari alokasi surplus tahunan UPK untuk dana sosial RTM.
·
Untuk mengembangkan kegiatan usaha kelompok bu
Hj. Enok sedang mendorong usaha bersama untuk bidang pertanian melalui
pemberdayaan lahan pekarangan.
Saat
ini Kelompok Ratu Kalaseta memiliki anggota sebanyak 30 orang dari awalnya
hanya beranggota 10 orang, Ibu Hj. Enok dalam pengelolaan kelompok dibantu
sekretaris Ibu Dewi dan Bendaharanya
Ibu. Lisye Yuliani.
Ketegasan
Sikap Ibu Hj. Enok Sebagai ketua kelompok adalah senantiasa menjaga kedisiplinan anggota untuk setoran
kelompok, dan tidak mudah menerima tawaran bantuan dari sumber yang tidak jelas
dan tidak ikhlas, pernah pada beberapa kesempatan, beberapa tim sukses hendak
memberikan bantuan santunan tetapi beliau dengan tegas menolak.
Ibu
Hj. Enok telah memberikan pembelajaran bagi kita semua bagaimana
seharusnya pinjaman menjadi nilai-nilai
kebaikan membangun perekonomian rumah tangga dan masyarakat. Selamat berjuang terus Ibu Hj. Enok......




mantap sekali
BalasHapus