Pages

Jumat, 30 Agustus 2013

RATUKALASETA ITU TERNYATA IBU Hj. ENOK SEBAGAI MOTIVATOR DAN INSPIRATOR KELOMPOK


Perjalanan Panjang dan melelahkan dari Sekretariat faskab PNPM Mpd menuju Kecamatan Langkaplancar (30/08) dengan menempuh jalur offroad Cidolog-Pamarican  yang melewati “tanjakan sejuta” memang luar biasa ekstrem jalan berbatu dengan tanjakan curam mencapai 60 derajat sungguh sebuah perjalan yang sangat menyenang  dan memiliki kepuasan tersendiri. Hari itu saya dengan Rahmat Surya dan Asep Sofyan ( Asof) menempuh perjalanan ekstrem dengan waktu tempuh hampir  1,5 jam.

Setelah Perjalanan yang melelahkan kami ke UPK melakukan ritual pemeriksaan administrasi keuangan sekaligus umpan balik laporan UPK untuk upaya korektif pada laporan bulan sebelumnya, karena waktu itu hari jumat kami melanjutkan sholat jumat, selanjutnya saya dan Rahmat Surya ke  sebuah rumah makan sederhana dengan gaya bangun yang unik, karena di atas bubungan warung yang beratapkan asbes terdapat pancuran yang mengesan kan  hujan di sekitar  warung sedrhana tersebut dan terasa oleh kami, hawa udara segar dan terlihat indah karena air pancuran yang jatuh ke asbes menciptakan efek tirai air di sekitar warung, memang sebuah gagasan yang unik menarik pelanggan, padahal lokasi kecamatan ini amat sangat terpencil dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Kami makan berdua menikmati suasana warung, yang pada akhirnya kami ketahui ternyata pemilik warung adalah ibu Yayat Yasri halimah salah seorang anggota kelompok pemanfaat UPK PNPM Mandiri Perdesaan.


Setalah selesai makan kami kembali ke UPK sebentar di lanjutkan melakukan kunjungan ke kelompok, dan kelompok yang kami kunjungi bernama Ratukalaseta ‘nama yang cukup angker dan seram’. Kami di dampingi pak endang ketua UPK dan Kang Dian PL UPK akhirnya bertemu dengan sosok ibu yang ramah dan cerewet beliau adalah Ibu Hj. Enok Rohimah yang beralamat di RT 05/02 dusun Limusnunggal desa Bangunjaya, memang ibu Hj. Enok bukanlah kategori RTM, beliau adalah sosok Ratu/pemimpin yang mampu memotivasi , menginspirasi anggotanya menjadi mandiri dan sejahtera.

Setelah beberapa berselang pembicaraan dengan ibu Hj. Enok datang lah salah seorang anggota yang kemudian di ketahui ternyata pemilik warung makan unik ‘saung balong’ yang bernama Ibu Yayat, ibu yayat sangat mengagumi ibu hj. Enok dari gesture, mimik, sikapnya, karena ibu yayat adalah salah satu anggota yang kemudian berhasil dalam perjuangan kerasnya hidup dari seorang yang tidak memiliki usaha dan tidak berpenghasilan tetap serta seringkali mengalami kesulitan hidup 3 tahun sebelumnya, atas jasa ibu hj. Enok mengajak bergabung dalam kelompoknya yang bernama Ratu kalaseta, kehidupan ekonomi semakin menaik dan memilki warung makan yang bisa memperkuat pondasi kehidupan bu Yayat.

Kelompok Ratu Kalaseta bermula dari kelompok pengajian yang di pimpin oleh Ibu Hj Enok,  beliau dalam kesempatan pengajian  memberikan motivasi dan inspirasi membangun ekonomi rumah tangga. Kelompok ratu kalaseta sebagai bagian kelompok pengajian di bentuk tahun 2010 rata-rata pinjaman saat itu mencapai Rp. 500.000,- per orang, saat ini pinjaman anggota mencapai rata-rata Rp. 3.000.000,-/orang. Ibu Hj Enok bukan sekedar ketua kelompok tetapi sebagai konsultan keuangan rumah tangga beliau dianggap masyarakat sebagai guru kebathinan dalam ekonomi kalua menurut istilah masyarakat sebagai ahli hikmah.

Ibu Hj.  Enok  rupanya tidak sekedar  ketua kelompok yang hanya menyalurkan pinjaman UPK, tetapi benar-benar memiliki visi yang diluar biasa mengembangkan kelompok lebih berkembang secara organisasi dengan memberdayakan anggotanya dengan cara :
·         
      Menggalang tabungan kelompok yang sudah cukup banyak mencapai  Rp. 2.500.000 yang di khususkan untuk tanggung renteng, juga tabungan sosial yang bersifat sukarela untuk membantu anggotanya yang sakit/meninggal dunia , dan oleh masyarakat setempat disebut tabungan “kararepet”. Untuk mengembangkan kegiatan kelompok beliau bercita-cita mengembangkan lembaga kelompok menjadi koperasi atau pra-koperasi.
·         
      Mengembangkan Kegiatan sosial melalui  santunan anak yatim dan jompo setiap tahunnya , dan bercita-cita ingin mendirikan yayasan anak yatim dan jompo. Saat ini Anak yatim yang disantuni mencapai 45 orang dan 15 orang jompo dan mendapat bantuan dari alokasi surplus tahunan UPK untuk dana sosial RTM.
·         
   Untuk mengembangkan kegiatan usaha kelompok bu Hj. Enok sedang mendorong usaha bersama untuk bidang pertanian melalui pemberdayaan lahan pekarangan.

Saat ini Kelompok Ratu Kalaseta memiliki anggota sebanyak 30 orang dari awalnya hanya beranggota 10 orang, Ibu Hj. Enok dalam pengelolaan kelompok dibantu sekretaris  Ibu Dewi dan Bendaharanya Ibu. Lisye Yuliani. 

Ketegasan Sikap Ibu Hj. Enok Sebagai ketua kelompok adalah senantiasa  menjaga kedisiplinan anggota untuk setoran kelompok, dan tidak mudah menerima tawaran bantuan dari sumber yang tidak jelas dan tidak ikhlas, pernah pada beberapa kesempatan, beberapa tim sukses hendak memberikan bantuan santunan tetapi beliau dengan tegas menolak.

Ibu Hj. Enok telah memberikan pembelajaran bagi kita semua bagaimana seharusnya  pinjaman menjadi nilai-nilai kebaikan membangun perekonomian rumah tangga dan masyarakat.  Selamat berjuang terus Ibu Hj. Enok......


1 komentar: