Pada masa orde baru pernah kita kenal Lembaga Ketahanan
Masyarakat Desa, lembaga ini pada dasarnya merupakan bentuk memperkuat desa
membangun ketahanan untuk mendorong kemandirian desa melalui upaya menciptakan
ketahan pangan melalui swasembada pangan, bagaimana mengembangkan ketahanan
kesehatan, bagaimana membangun ketahan ekonomi melalui penguatan sumber-sumber
produksi, lembaga ekonomi dan menciptakan pasar, pada intinya bagaimana desa
mampu berdiri membangun berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
Desa Sindangsari begitu menarik untuk di ceritakan mulai
dari bagaimana komitmen kepala desa sampai hasil-hasil pembangunan yang
terintegrasi dalam menunjang ketahanan desa. Pak Kuwu menyadari bahwa desa
memiliki potensi sumber ekonomi yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat
desa, tetapi perlu di pahami juga menurut pak kuwu bahwa yang tinggal di desa
saat ini diakui merupakan orang-orang sisa ( ekstrimnya bukan “orang” ) sebab
yang menjadi “orang” pada berangkat ke kota dan hidup ke kota, orang desa hanya
sisa-sisa orang pintar yang ke kota, sisa orang sehat yang ke kota, sisa orang
kaya yang ke kota, dll.
Berangkat dari tujuan untuk mengupayakan pelbagai penanganan
masalah di kecamatan Cikoneng kami sering diskusi dengan beberapa kepala desa
yang ikut menjadi anggota TPM (Tim Penanganan Masalah ) UPK di kecamatan
Cikoneng, disela-sela diskusi tentang berbagai upaya penanganan masalah tentang
kondisi kemacetan dan penyimpangan dana di UPK Kecamatan Cikoneng, kami
mengarah diskusi segar tentang bagaimana kiprah pemerintah desa dalam membangun
kesejahteraan masyarakat, secara kebetulan diskusi semakin intensif terutama
dengan pak Toto kepala desa Sindangsari kecamatan Cikoneng kab. Ciamis, beliau
secara aklamasi disepakati menjadi ketua
Tim Penanganan Masalah yang di tugaskan Musyawarah Antar Desa untuk mendorong penyelesaian
masalah penyimpangan dan penanganan pinjaman macet.
Komitmen kuat seorang
Kepala Desa
Penuturan yang lugas
dan mata yang bersinar nampak sekali menunjukan
sosok pak Toto adalah kepala desa sindangsari ini sebagai seorang yang
memiliki semangat dan komitmen yang kuat mensejahteraan masyarakat desanya,
dengan visi yang jelas dan sangat
sederhana.
Sebelum Blusukan menjadi istilah yang “ngetren” tahun 2000 pak Toto sang Kuwu Desa
Sindangsari telah menguasai secara detail kondisi masyarakatnya dengan
melakukan transek / kunjungan serta pemetaan wilayah secara rutin dengan mengunjungi
masyarakatnya, terutama mengunjungi orang sakit dan orang yang meninggal merupakan kebiasaan yang beliau lakukan, saat itu pak
kuwu blusukan untuk mendengar, merasakan, berpikir keras, menginventaris dan
menggali potensi serta menerewang cita-cita dengan masa depan desa, hal itu
dilakukan dengan gigihdan terus menerus semata
atas dasar cintanya dan tanggungjawab kepada masyarakat.
Menurut pak Kuwu Toto masyarakat desa saat ini berisi orang
sisa yang ke kota ( keluar desa ) sehingga desa hanya di huni
oleh masyarakat yang kurang “potensial”
atau terdapat keterbatasan, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah
memperkuat pendidikan masyarakat dengan melakukan kerjasama dengan LPPM UNPAD
baik melalui kegiatan KKN Mahasiswa maupun pendampingan LPPM UNPAD dalam
menemu-kenalidan menggali potensi serta
mengolah potensi yang ada di desa dan masyarakat desa.
Pengembangan
Pendidikan dan pemberdayaan
Pada awal periodenya
menjadi kepala desa dengan di dasari rasa keprihatinan dan kepedulian kepada para penyandang cacat
menggerakan sosok kepala desa untuk memfasilitasi pendidikan bagi para penyandang
cacat, bermula dengan mengoptimalkan aula BPD sebagai tempat belajar hingga
saat ini sudah memiliki Bangunan Sekolah Pendidikan Luar Biasa ( SLB ) yang
sangat representatif.
Pendidikan formal desa yang telah didirikan Sekolah Menengah
Kejuruan tetapi belum di gunakan karena masih dalam proses perijinan
penyelenggaraan pendidikannya, untuk sementara gedung saat ini digunakan untuk
pendidikan kuliah kelas jauh UNINUS ( Universitas Islam Nusantara )
Dalam pelaksanaan program sejak masa PPK dan PNPM Mandiri terutama pada proses
perencanaan PNPM MPd yaitu PPK saat itu, beliau senantiasa menjadi seorang yang
kritis dalam forum musyawarah program dan memiliki cara berpikir yang
berbeda, hal itu di buktikan, pada saat awal program semua desa pada umumnya berkeinginan
dan berpikir tentangan pengajuan
pembangunan jalan, sang kuwu Sindangsari dengan gigihnya memberikan pemahaman
kebutuhan masyarakat dengan blusukan sehingga al-hasil selama beberapa tahun
pelaksanaan PPK dan PNPM MPd keputusan Musyawarah Desa Menetapkan kegiatan di
luar pembangunan jalan seperti perlengkapan posyandu, pembangunan gedung
kesehatan, pembangunan irigasi, serta kegiatan ekonomi, di luar pendanaan PPK
dan PNPM MPd, pak Kuwu tetap konsisten
memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang
lebih berdampak pada persoalan pokok masyarakatnya yang pada umumnya tidak
pernah menjadi rencana kegiatan desa pada umumnya seperti pelatihan-pelatihan
pertanian, perikanan, Penguatan Kelembagaan Desa, Peningkatan penunjang
Kesehatan Masyarakat dan pendidikan.
Penguatan keterampilan dan kelembagaan masyarakat
dalamrangka pengembangan ekonomi masyarakat menjadi kebijakan dasar yang di
lakukan adalah menjalin kerjasama dengan
LPPM UNPAD dan Dinas terkait ( Dinas
Perikanan ) . Hal ini di lakukan karena
didukung sumber dan potensi alam pertanian dan perikanan menjadi potensi
unggulan. Bidang perikanan dikembangkan
usaha Pembenihan ikan gurame rakyat dan telah berprestasi mendapat penghargaan
dari presiden RI tahun 2003 dari Presiden Megawati Sukarno Putri, meskipun
upaya ini telah mengalami beberapa dinamika permasalahan terkait pengembangan
contohnya munculnya kematian induk produktif ikan gurame, tetapi hal ini memicu
untuk terus belajar dan mengembangkan teknologi dan pengetahuan tentang
pembenihan ikan rakyat. Sedangkan pada sektor pertanian lainnya di kembangkan
pengembangan budidaya singkong bekerjasama dengan LPPM UNPAD dalam pengembangan
produk hasil olahan singkong bagi industri rumah tangga.
Dalam mendorong pertumbuhan sektor produksi perikanan dan
pertanian lainnya di kembangkan Badan
Usaha Milik Desa dan koperasi dan tercatat ada 2 koperasi yang berbadan hukum
yang mampu mengelola dana bergulir mencapai Rp. 450 juta sedangkan di tin gkat
dusun/kampung di bentuk berbagai karukunan sejenis lembaga pengelola
keuangan pra-koperasi yang sudah
mencapai asset produktifnya sebesar Rp. 90.000.000,-
Pengelolaan BUMDes yang sedang
berjalan saat ini telah menciptkan Pendapatan Asli Desa seperti Pengelolaan Air
Bersih yang memperoleh pendapatan desa sebesar 10 jt/tahun, disamping itu
pengelolaan perguliran Raksa Desa masih berjalan sampai saat ini. Pengembangan
usaha BUMDes yang masih dalam perancangan di tahun berikutnya adalah
pengelolaan Air Mineral yang di perkirakan menghasilkan pendapatan Rp. 20 juta / bulan dan pembangunan Rumah
produksi ( Gerai Kelompok ) usaha masyarakat.
Pendidikan Politik
Pak Toto sebagai sosok kepala desa yang berhasil dan di
cintai rakyatnya, ini terbukti bukan hanya dapat dilihat dari hasil-hasil
pembangunan yang telah di prakarsainya,
tetapi dapat dilihat dalam kontek politik desa pada saat pemilihan kepala desa
kedua kalinya hanya mengeluarkan uang Rp. 1.000.000,- hanya untuk kepentingan
transfortasi dan konsumsi, hal ini menjadi luar bisa pada saat tradisi pilkades
ternyata harus mengeluarkan biaya yang cukup besar hingga mencapai ratusan juta
rupiah, bahkan di kabupaten bekasi biaya seorang calon kepala desa untuk bisa
menjadi seorang kepala desa mencapai kisaran milyaran rupiah. Inilah pendidikan politik sang Kepala Desa
Sindangsari yang telah beliau buktikan.
Pengelolaan Dana dan
Kelembagaan Kesehatan
Kunci pembangunan masyarakat desa menurut pak kuwu
Sindangsari adalah Kepala Desa dan perangkat desanya, sebagai lembaga yang
mengelola pembangunan dan pelayanan masyarakat desa harus fokus melayani
masyarakat, oleh karena itu kesejahteraan aparat desa menjadi agenda desa, jauh sebelum desa-desa di ciamis
di sarankan untuk mengikuti Jamsostek, desa Sindangsari semenjak pak kuwu Toto
telah ikut kepesertaan jamsostek tahun
2003 baik untuk perangkat desa maupun masyarakat, hasilnya perangkat desa yang
sakit bahkan meninggal dunia di jamin kebutuhan pelayanan kesehatannya bahkan
pada tahun 2009 dua orang perangkat desa yaitu
pak rustomi kaur umum mendapat santunan Rp. 16,8 Juta dan pak Iwa Kuswa
Kaur Ekbang dapat melaksanakan operasi
gondok dengan biaya yang ditanggung jamsostek sebesar Rp. 12 Juta
Dalam rangka memberika pelayanan kesehatan dan kematian
telah di bentuk Lembaga pengelola yang sebenarnya sudah membudaya dari
kecerdasan masyarakat desa dengan terbentuknya Dana Sehat Masyarakat yang di sebut Bumbung
Sakolbu yang di awali tahun 2000 dengan iuran Rp. 100,-/kk/bln untuk bantuan kebutuhan
operasional pelayanan dan biaya kesehatan bagi yang sakit yang di rujuk ke
rumah sakit selain dana jamkesmas. Pada tahun 2012 iuran Dana Sehat Masyarakat naik
menjadi Rp. 5000,- /kk/bulan dan telah
mampu membiayai santunan untuk operasional ke rumah sakit dan biaya berobat di
luar jamkesmas atau jamkesda yaitu bantuan sebesar Rp. 9.000.000,-. Keseriusan mengelola
Dana Sehat Masyarakat yang dilakukan desa mendorong para Aghniya ( Orang kaya /
Pengusaha ) di desa turut berkontribusi dalam gerakan tersebut. Pada tahun 2012
telah di keluarkan pembiayaan santunan terhadap 3 orang masing-masing Rp. 21 juta / orang dan sebanyak 100 orang
mendapatkan santunan kesehatan/kematian. Dalam melakukan gerakan Bumbung Sakolbu, Kepala Desa dan
Perangkat Desa melakukan kegiatan rutin mingguan yaitu hari jumat untuk
mengunjungi orang sakit.
Kerjasama pengelolaan Dana Sehat Masyarakat dan Jamsostek
mendorong program CSR Jamsostek menyelenggrakan kegiatan sosial rutin yang telah dilakukan adalah khitanan massal di
tahun 2012 yang mendapatkan dana sebesar Rp. 30 Juta
Pengelolaan
Pembangunan
Dalam melakukan pengelolaan pembanguna kades Sindangsari
merujuk sepenuhnya pada RPJM Desa dan RKP Desa dalam prosesnya updating data kebutuhan masyarakat
dilakukan rapat RT/RW secara berkala 3
bulan sekali, selanjutnya Pemerintah desa melakukan kajian dengan BPD untuk
memadukan dengan program pemerintah Kabupaten dan Propinsi, untuk memenuhi
seluruh usulan desa dalam RKJP Desa dilakukan kajian sumber
anggaran dengan melakukan prioritas
kegiatan dan Peluang Anggaran.
Kegiatankegitan yang terdanai atau mendapat pembiayaan semua
bersumber pada RKP Desa dari 100 kegiatan RKP Desa di tahun 2012 mencapai 89
kegiatan atau 80% kegiatan terealisasi melalui penganggran Swadaya murni, Imbal
Swadaya program Pemerintah ( termasuk PNPM MPd ), Anggaran APBD Kab dan APBD
propinsi ( SKPD/OPD ) , Jaring Asmara
DPRD serta Swasta melalui CSR. Pembangunan dengan pengelolaan Swadaya Murni
Masyarakat mencapai 30 kegiatan
Hal yang menarik dari desa Sindangsari pada saat kami
berkunjung adalah nampak lembaga-lembaga dan hubungan kelembagaan yang telah di
bangun melalui kerja keras sang kepala desa berikut ini Sarana Olah Raga ( GOR) Bulu Tangkis sebagai
upaya mendekatkan pemerintah desa dengan aparat desa dilakukan setiap hari
rabu, Di sekitar Wilayah Bale desa terbangun megah Mesjid Agung yang didanai
swadaya murni masyarakat, Terdapat Rumah Bidan desa dan Poskesdes untuk
pelayanan kesehatan Desa dengan fasilitas lengkap dan bangunan representatif,
terdapat kantor koperasi warga disekitar desa, ini menunjukan pusat pemerintahan
desa menjadi hidup dan berdaya dalam mengelola potensi yang ada di desa.
Tidak jauh dari Area Bale desa sekitar 100 meter di bangun
Gedung Pendidikan berupa : Sekolah Luar
Biasa untuk penyandang cacat, Sekolah Menengah Kejuruan dan Kuliah Kelas Jauh
UNINUS, serta Bangunan pendidikan Kesehatan Posyandu dengan kelengkapannya
sebagai wahana pendidikan kesehatan masyarakat.
Kunci keberhasilan desa sindangsari dalam proses membangun kesejahteraan masyarakat desanya dengan menciptakan gerakan pembangunan bersama masyarakat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat terutama para aghniya ( pengusaha/orang kaya ) di desa. Gerakan ini di dorong kuat oleh sosok Kepala Desa Sindangsari pak Toto serta di dukung kelembagaan dan perangkat desa Sindangsari.

‘PELUANG USAHA MODAL SANGAT KECIL’
BalasHapusBagi agan-agan yang ingin membuka usaha
Tapi bingung ingin membuka usaha apa dan hanya mempunyai modal kecil??
Tak usah bingung,silahkan buka usaha pembayaran online
“ppob /online nasional” Satu deposit bisa melakukan transaksi berikut:
Seperti Pembayaran listrik,tiket pesawat, tiket KAI ,pln,pdam, telepon, speedy, kartu kredit, tv kabel, pulsa, kredit multifinance,voucher game, dll secara mudah, murah,
Hanya bermodal ‘Rp.100.000,’
info lengkap Kunjungi : www.fastpay-nasional.com Hp:081335640101
“Topi sekolah Termurah Se-Indonesia Full Bordir Rp.6000/Pcs”
Jual dan produksi topi sekolah dengan harga 6.000 , BISA Kirim Sample/Contoh.
Pembelian tanpa minim order melayani Seluruh indonesia ,
Menerima Agen DI Seluruh Indonesia
“Kontak Kami Jl.rajawali 26 RT.02 Rw.06 Punggul-gedangan-sidoarjo jawa timur(dekat bandara juanda surabaya)
www.produksitopisekolah.blogspot.com
Tlp.031-8014543 Hp:081335640101 PIN BBM: 73E658A2