Pages

Senin, 15 Juli 2013

Desa Membangun Ketahanan Desa ( Profil Kepemimpinan Di Desa )

Pada masa orde baru pernah kita kenal Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa, lembaga ini pada dasarnya merupakan bentuk memperkuat desa membangun ketahanan untuk mendorong kemandirian desa melalui upaya menciptakan ketahan pangan melalui swasembada pangan, bagaimana mengembangkan ketahanan kesehatan, bagaimana membangun ketahan ekonomi melalui penguatan sumber-sumber produksi, lembaga ekonomi dan menciptakan pasar, pada intinya bagaimana desa mampu berdiri membangun berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. 

Desa Sindangsari begitu menarik untuk di ceritakan mulai dari bagaimana komitmen kepala desa sampai hasil-hasil pembangunan yang terintegrasi dalam menunjang ketahanan desa. Pak Kuwu menyadari bahwa desa memiliki potensi sumber ekonomi yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat desa, tetapi perlu di pahami juga menurut pak kuwu bahwa yang tinggal di desa saat ini diakui merupakan orang-orang sisa ( ekstrimnya bukan “orang” ) sebab yang menjadi “orang” pada berangkat ke kota dan hidup ke kota, orang desa hanya sisa-sisa orang pintar yang ke kota, sisa orang sehat yang ke kota, sisa orang kaya yang ke kota, dll.

Berangkat dari tujuan untuk mengupayakan pelbagai penanganan masalah di kecamatan Cikoneng kami sering diskusi dengan beberapa kepala desa yang  ikut menjadi anggota  TPM (Tim Penanganan Masalah ) UPK di kecamatan Cikoneng, disela-sela diskusi tentang berbagai upaya penanganan masalah tentang kondisi kemacetan dan penyimpangan dana di UPK Kecamatan Cikoneng, kami mengarah diskusi segar tentang bagaimana kiprah pemerintah desa dalam membangun kesejahteraan masyarakat, secara kebetulan diskusi semakin intensif terutama dengan pak Toto kepala desa Sindangsari kecamatan Cikoneng kab. Ciamis, beliau secara aklamasi disepakati menjadi  ketua Tim Penanganan Masalah yang di tugaskan Musyawarah Antar Desa untuk mendorong penyelesaian masalah penyimpangan dan penanganan pinjaman macet.

Komitmen kuat seorang Kepala Desa

Penuturan yang  lugas dan mata yang bersinar nampak sekali menunjukan  sosok pak Toto adalah kepala desa sindangsari ini sebagai seorang yang memiliki semangat dan komitmen yang kuat mensejahteraan masyarakat desanya, dengan visi yang  jelas dan sangat sederhana.

Sebelum Blusukan menjadi istilah yang  “ngetren” tahun 2000 pak Toto sang Kuwu Desa Sindangsari telah menguasai secara detail kondisi masyarakatnya dengan melakukan transek / kunjungan serta pemetaan wilayah secara rutin dengan mengunjungi masyarakatnya, terutama mengunjungi orang sakit dan orang yang meninggal  merupakan  kebiasaan yang beliau lakukan, saat itu pak kuwu blusukan untuk mendengar, merasakan, berpikir keras, menginventaris dan menggali potensi serta  menerewang  cita-cita dengan masa depan desa, hal itu dilakukan  dengan gigihdan terus menerus semata atas dasar cintanya dan tanggungjawab kepada masyarakat.

Menurut pak Kuwu Toto masyarakat desa saat ini berisi orang sisa  yang ke kota  ( keluar desa ) sehingga desa hanya di huni oleh masyarakat yang kurang  “potensial” atau terdapat keterbatasan, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pendidikan masyarakat dengan melakukan kerjasama dengan LPPM UNPAD baik melalui kegiatan KKN Mahasiswa maupun pendampingan LPPM UNPAD dalam menemu-kenalidan menggali  potensi serta mengolah potensi yang ada di desa dan masyarakat desa.

Pengembangan Pendidikan dan pemberdayaan

Pada awal periodenya  menjadi kepala desa dengan di dasari rasa keprihatinan  dan kepedulian kepada para penyandang cacat menggerakan sosok kepala desa untuk memfasilitasi pendidikan bagi para penyandang cacat, bermula dengan mengoptimalkan aula BPD sebagai tempat belajar hingga saat ini sudah memiliki Bangunan Sekolah Pendidikan Luar Biasa ( SLB ) yang sangat representatif.

Pendidikan formal desa yang telah didirikan Sekolah Menengah Kejuruan tetapi belum di gunakan karena masih dalam proses perijinan penyelenggaraan pendidikannya, untuk sementara gedung saat ini digunakan untuk pendidikan kuliah kelas jauh UNINUS ( Universitas Islam Nusantara )

Dalam pelaksanaan program sejak masa PPK dan PNPM Mandiri terutama pada proses perencanaan PNPM MPd yaitu PPK saat itu, beliau senantiasa menjadi seorang yang kritis dalam  forum musyawarah program dan memiliki cara berpikir yang berbeda, hal itu di buktikan, pada saat awal program semua desa pada umumnya berkeinginan dan berpikir tentangan  pengajuan pembangunan jalan, sang kuwu Sindangsari dengan gigihnya memberikan pemahaman kebutuhan masyarakat dengan blusukan sehingga al-hasil selama beberapa tahun pelaksanaan PPK dan PNPM MPd keputusan Musyawarah Desa Menetapkan kegiatan di luar pembangunan jalan seperti perlengkapan posyandu, pembangunan gedung kesehatan, pembangunan irigasi, serta kegiatan ekonomi, di luar pendanaan PPK dan PNPM MPd,  pak Kuwu tetap konsisten memfasilitasi  kegiatan-kegiatan yang lebih berdampak pada persoalan pokok masyarakatnya yang pada umumnya tidak pernah menjadi rencana kegiatan desa pada umumnya seperti pelatihan-pelatihan pertanian, perikanan, Penguatan Kelembagaan Desa, Peningkatan penunjang Kesehatan Masyarakat dan pendidikan. 

Penguatan keterampilan dan kelembagaan masyarakat dalamrangka pengembangan ekonomi masyarakat menjadi kebijakan dasar yang di lakukan  adalah menjalin kerjasama dengan LPPM UNPAD  dan Dinas terkait ( Dinas Perikanan ) .  Hal ini di lakukan karena didukung sumber dan potensi alam pertanian dan perikanan menjadi potensi unggulan.  Bidang perikanan dikembangkan usaha Pembenihan ikan gurame rakyat dan telah berprestasi mendapat penghargaan dari presiden RI tahun 2003 dari Presiden Megawati Sukarno Putri, meskipun upaya ini telah mengalami beberapa dinamika permasalahan terkait pengembangan contohnya munculnya kematian induk produktif ikan gurame, tetapi hal ini memicu untuk terus belajar dan mengembangkan teknologi dan pengetahuan tentang pembenihan ikan rakyat. Sedangkan pada sektor pertanian lainnya di kembangkan pengembangan budidaya singkong bekerjasama dengan LPPM UNPAD dalam pengembangan produk hasil olahan singkong bagi industri rumah tangga.

Dalam mendorong pertumbuhan sektor produksi perikanan dan pertanian lainnya di kembangkan  Badan Usaha Milik Desa dan koperasi dan tercatat ada 2 koperasi yang berbadan hukum yang mampu mengelola dana bergulir mencapai Rp. 450 juta sedangkan di tin gkat dusun/kampung di bentuk berbagai karukunan sejenis lembaga pengelola keuangan pra-koperasi yang  sudah mencapai asset produktifnya sebesar Rp. 90.000.000,-

Pengelolaan BUMDes yang sedang berjalan saat ini telah menciptkan Pendapatan Asli Desa seperti Pengelolaan Air Bersih yang memperoleh pendapatan desa sebesar 10 jt/tahun, disamping itu pengelolaan perguliran Raksa Desa masih berjalan sampai saat ini. Pengembangan usaha BUMDes yang masih dalam perancangan di tahun berikutnya adalah pengelolaan Air Mineral yang di perkirakan menghasilkan pendapatan  Rp. 20 juta / bulan dan pembangunan Rumah produksi ( Gerai Kelompok ) usaha masyarakat.

Pendidikan Politik

Pak Toto sebagai sosok kepala desa yang berhasil dan di cintai rakyatnya, ini terbukti bukan hanya dapat dilihat dari hasil-hasil pembangunan yang  telah di prakarsainya, tetapi dapat dilihat dalam kontek politik desa pada saat pemilihan kepala desa kedua kalinya hanya mengeluarkan uang Rp. 1.000.000,- hanya untuk kepentingan transfortasi dan konsumsi, hal ini menjadi luar bisa pada saat tradisi pilkades ternyata harus mengeluarkan biaya yang cukup besar hingga mencapai ratusan juta rupiah, bahkan di kabupaten bekasi biaya seorang calon kepala desa untuk bisa menjadi seorang kepala desa mencapai kisaran milyaran rupiah.  Inilah pendidikan politik sang Kepala Desa Sindangsari yang telah beliau buktikan.

Pengelolaan Dana dan Kelembagaan Kesehatan

Kunci pembangunan masyarakat desa menurut pak kuwu Sindangsari adalah Kepala Desa dan perangkat desanya, sebagai lembaga yang mengelola pembangunan dan pelayanan masyarakat desa harus fokus melayani masyarakat, oleh karena itu kesejahteraan aparat desa menjadi  agenda desa, jauh sebelum desa-desa di ciamis di sarankan untuk mengikuti Jamsostek, desa Sindangsari semenjak pak kuwu Toto telah ikut kepesertaan  jamsostek tahun 2003 baik untuk perangkat desa maupun masyarakat, hasilnya perangkat desa yang sakit bahkan meninggal dunia di jamin kebutuhan pelayanan kesehatannya bahkan pada tahun 2009 dua orang perangkat desa yaitu  pak rustomi kaur umum mendapat santunan Rp. 16,8 Juta dan pak Iwa Kuswa Kaur Ekbang  dapat melaksanakan operasi gondok dengan biaya yang ditanggung jamsostek sebesar Rp. 12 Juta

Dalam rangka memberika pelayanan kesehatan dan kematian telah di bentuk Lembaga pengelola yang sebenarnya sudah membudaya dari kecerdasan masyarakat desa dengan terbentuknya  Dana Sehat Masyarakat yang di sebut Bumbung Sakolbu yang di awali tahun 2000 dengan iuran  Rp. 100,-/kk/bln untuk bantuan kebutuhan operasional pelayanan dan biaya kesehatan bagi yang sakit yang di rujuk ke rumah sakit selain dana jamkesmas. Pada tahun 2012 iuran Dana Sehat Masyarakat naik menjadi  Rp. 5000,- /kk/bulan dan telah mampu membiayai santunan untuk operasional ke rumah sakit dan biaya berobat di luar jamkesmas atau jamkesda yaitu bantuan  sebesar Rp. 9.000.000,-. Keseriusan mengelola Dana Sehat Masyarakat yang dilakukan desa mendorong para Aghniya ( Orang kaya / Pengusaha ) di desa turut berkontribusi dalam gerakan tersebut. Pada tahun 2012 telah di keluarkan pembiayaan santunan terhadap 3 orang masing-masing  Rp. 21 juta / orang dan sebanyak 100 orang mendapatkan santunan kesehatan/kematian. Dalam melakukan gerakan Bumbung Sakolbu, Kepala Desa dan Perangkat Desa melakukan kegiatan rutin mingguan yaitu hari jumat untuk mengunjungi orang sakit.

Kerjasama pengelolaan Dana Sehat Masyarakat dan Jamsostek mendorong program CSR Jamsostek menyelenggrakan kegiatan sosial rutin yang  telah dilakukan adalah khitanan massal di tahun 2012 yang mendapatkan dana sebesar Rp. 30 Juta

Pengelolaan Pembangunan

Dalam melakukan pengelolaan pembanguna kades Sindangsari merujuk sepenuhnya pada RPJM Desa dan RKP Desa dalam prosesnya  updating data kebutuhan masyarakat dilakukan  rapat RT/RW secara berkala 3 bulan sekali, selanjutnya Pemerintah desa melakukan kajian dengan BPD untuk memadukan dengan program pemerintah Kabupaten dan Propinsi, untuk memenuhi seluruh usulan  desa  dalam RKJP Desa dilakukan kajian sumber anggaran dengan melakukan  prioritas kegiatan dan Peluang Anggaran.

Kegiatankegitan yang terdanai atau mendapat pembiayaan semua bersumber pada RKP Desa dari 100 kegiatan RKP Desa di tahun 2012 mencapai 89 kegiatan atau 80% kegiatan terealisasi melalui penganggran Swadaya murni, Imbal Swadaya program Pemerintah ( termasuk PNPM MPd ), Anggaran APBD Kab dan APBD propinsi  ( SKPD/OPD ) , Jaring Asmara DPRD serta Swasta melalui CSR. Pembangunan dengan pengelolaan Swadaya Murni Masyarakat mencapai 30 kegiatan

Hal yang menarik dari desa Sindangsari pada saat kami berkunjung adalah nampak lembaga-lembaga dan hubungan kelembagaan yang telah di bangun melalui kerja keras sang kepala desa berikut ini  Sarana Olah Raga ( GOR) Bulu Tangkis sebagai upaya mendekatkan pemerintah desa dengan aparat desa dilakukan setiap hari rabu, Di sekitar Wilayah Bale desa terbangun megah Mesjid Agung yang didanai swadaya murni masyarakat, Terdapat Rumah Bidan desa dan Poskesdes untuk pelayanan kesehatan Desa dengan fasilitas lengkap dan bangunan representatif, terdapat kantor koperasi warga disekitar desa, ini menunjukan pusat pemerintahan desa menjadi hidup dan berdaya dalam mengelola potensi yang ada di desa.
Tidak jauh dari Area Bale desa sekitar 100 meter di bangun Gedung Pendidikan  berupa : Sekolah Luar Biasa untuk penyandang cacat, Sekolah Menengah Kejuruan dan Kuliah Kelas Jauh UNINUS, serta Bangunan pendidikan Kesehatan Posyandu dengan kelengkapannya sebagai wahana pendidikan kesehatan masyarakat.

Kunci keberhasilan desa sindangsari dalam proses membangun kesejahteraan masyarakat desanya dengan menciptakan gerakan pembangunan bersama masyarakat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat terutama para aghniya ( pengusaha/orang kaya ) di desa.  Gerakan ini di dorong kuat oleh sosok Kepala Desa Sindangsari pak Toto serta di dukung kelembagaan dan perangkat desa Sindangsari.

1 komentar:

  1. ‘PELUANG USAHA MODAL SANGAT KECIL’
    Bagi agan-agan yang ingin membuka usaha
    Tapi bingung ingin membuka usaha apa dan hanya mempunyai modal kecil??
    Tak usah bingung,silahkan buka usaha pembayaran online
    “ppob /online nasional” Satu deposit bisa melakukan transaksi berikut:
    Seperti Pembayaran listrik,tiket pesawat, tiket KAI ,pln,pdam, telepon, speedy, kartu kredit, tv kabel, pulsa, kredit multifinance,voucher game, dll secara mudah, murah,
    Hanya bermodal ‘Rp.100.000,’
    info lengkap Kunjungi : www.fastpay-nasional.com Hp:081335640101


    “Topi sekolah Termurah Se-Indonesia Full Bordir Rp.6000/Pcs”
    Jual dan produksi topi sekolah dengan harga 6.000 , BISA Kirim Sample/Contoh.
    Pembelian tanpa minim order melayani Seluruh indonesia ,
    Menerima Agen DI Seluruh Indonesia
    “Kontak Kami Jl.rajawali 26 RT.02 Rw.06 Punggul-gedangan-sidoarjo jawa timur(dekat bandara juanda surabaya)
    www.produksitopisekolah.blogspot.com
    Tlp.031-8014543 Hp:081335640101 PIN BBM: 73E658A2

    BalasHapus