Gerakan Desa Membangun sudah
cukup di kenal di kabupaten Ciamis sejak tahun 2012 dengan di pelopori Desa
Panjalu mengikuti Festifal Jadul di Desa Mandalamekar Kabupaten Tasikmalaya serta
berbagai Lokakarya Gerakan Desa Membangun yang di selenggarakan di Kabupaten
Banyumas. Hingga pada akhirnya Desa-desa di kabupaten Ciamis membangun kekuatan
Kolektif bersama Gerakan Desa Membangun dengan dengan turut menyelenggarakan
lokakarya desa sebagai sarana lingkar belajar antar desa-desa dalam tata kelola
desa.
Intensitas Komunikasi antar desa
ini terus berkembang di desa-desa kabupaten Ciamis karena terinspirasi para
Kepala Desa yang menjadi penggagas Gerakan Desa Membangun seperti Budi Satrio,
Bayu Setyo Nugroho dan Yana Noviandi, para kepala Desa tersebut menjadi sumber
inspirasi para kepala desa yang ada di kabupaten Ciamis, terlebih setelah para Kepala
Desa kabupaten Ciamis mengikuti Rembug Desa di Cariu kabupaten Bogor serta
beberapa lokakarya di Ciamis yang turut menghadirkan kades penggagas GDM dan
para penggiat GDM ( Yossy Suparyo, Soepriyanto )
Bayu Setyo Nugroho (BSN) pada
kesempatan lokakarya dan pelatihan TIK perdesaan yang di selenggarakan PNPM
Mandiri Perdesaan Kecamatan Pamarican yang bekerjasama dengan Komunitas DeDeMIT
( Desa-Desa Melek IT), sangat menginspirasi para kepala desa dan Aparat Desa
karena beliau berbagi pengalaman bagaimana tata kelola pembangunan dan
Administrasi pemerintahan Desa dengan pemanfaatan TIK ( Teknologi Informasi dan
Komunikasi ) serta berbagai bagaimana upaya membangun kemandirian dan
pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan sumberdaya desa dengan
mencontohkan pengelolaan BUMDes, Museum Desa, dan Perpustakaan Desa.
Sosok Bayu Setyo Nugroho sebagai Kepala Desa yang muda,tampan dan cerdas yang sangat diidolakan di kabupaten Ciamis menjadi
sosok fenomenal yang membawa ide brilian dalam membangun masyarakat. Bayu Setyo
Nugroho ( BSN ) adalah kepala Desa Dermaji periode 2011-2017 yang berinovasi
dengan membuat Gerakan Desa Membangun. Bayu lahir 17 Juni 1975 di Desa Dermaji,
sebuah desa perbukitan dalam wilayah Kecamatan Lumbir di ujung paling barat
wilayah Kabupaten Banyumas dan berbatasan dengan Kabupaten Cilacap. Ibunya
seorang pensiunan guru SD Negeri 1 Dermaji
Menjadi pejabat desa bukanlah hal
baru bagi BSN . Ia sudah terbiasa
melihat pekerjaan ayahnya melayani masyarakat ketika menjabat sebagai carik.
Meskipun begitu, ia menyadari adanya tantangan yang dihadapi selama memimpin
Desa Dermaji. Tantangan terbesar adalah ia dituntut memiliki kemampuan
mengenali dan menangkap aspirasi, serta kebutuhan masyarakat dengan baik dan
mewujudkannya menjadi sesuatu yang nyata.
Dalam kepemimpinannya, BSN
mengadopsi pemikiran Hubermas yang berpandangan bahwa sProses komunikasi
masyarakat, sesuai dengan ide akarnya, adalah sebuah prinsip demokrasi yang
tidak hanya mengandaikan bahwa semua orang dapat berbicara, dengan kesempatan
yang sama, tentang persoalan pribadinya, keinginan dan keyakinannya, proses
komunikasi yang otentik hanya dapat dicapai didalam kerangka bahwa semua
pendapat pribadi ataupun kelompok dapat berkembang didalam debat rasional
kritis dan kemudian membentuk opini publik.” Ini tentunya memberikan dorongan
untuk pencapaian kepuasan masyarakat dalam proses pembangunan
Partisipasi masyarakat dalam
pembangunan dimaknai sebagai keterlibatan masyarakat dalam mempengaruhi dan
mengawasi pembangunan, pengambilan keputusan maupun sumber daya yang digunakan.
Rakyat desa diberi kesempatan untuk mengelola sendiri (swakelola) kegiatan
perencanaan, pendayagunaan dana pembangunan, pengendalian dan pengawasan
pelaksanaan kegiatan, pemeliharaan hasil kegiatan, serta pemanfaatan
hasil-hasil pembangunan
Pandangan Hubermas menjadikan
Impian BSN bahwa masyarakat di desa menjadi masyarakat pembelajar, yaitu
masyarakat yang memiliki semangat, kesadaran, dan tradisi untuk terus mencari,
menemukan, dan menciptakan pengetahuan. Pengetahuan itu dicari, ditemukan, dan diciptakan
oleh masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. Menurutnya,
desa harus menjadi pusat peradaban baru. Hal itu dapat terwujud apabila
masyarakat desa memiliki akses sebesar-besarnya pada informasi dan ilmu
pengetahuan. Atas dasar itu BSN mendirikan Perpustaan Desa dan membangun Museum
Desa, serta memanfaatkan TIK dan media sosial sebagai jaringan Belajar
masyarakat atau desa.
Sebagai Himbuan kepada Desa-desa se Kabupaten Ciamis dan se-Propinsi Jawa Barat Khususnya serta Desa-Desa se NKRI maka
dukung dengan memilih ( vote ) BSN ( Bayu Setyo Nugroho pada Link berikut ini http://www.beritasatu.com/hutb1




mari dukung Bayu Setyo Nugroho,
BalasHapus