Kalipucang, (KP)-
Nasib tragis menimpa Saefudin (29), Ketua DKM Masjid Nurul Iman, warga Dusun Cibadak Rt 12/04, Desa Emplak Kecamatan Kalipucang. Saefudin yang juga guru ngaji ini tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas Kalipucang setelah tersengat listrik saat membetulkan stop kontak saat membantu merehab masjid, Selasa pagi kemarin.
Saksi mata yang juga rekan korban, Marhodin (60) warga Dusun Cibadak Rt 12/04, Desa Emplak Kecamatan Kalipucang menjelaskan, pada waktu itu korban akan memasang mesin bor untuk melubangi kayu, tetapi saat membetulkan stop kontak korban tersengat listrik dan langsung jatuh dengan posisi mata melotot.
Hal sama disampaikan Kirno (45) rekan korban lainnya. Ia yang saat itu sedang berada di atap masjid mendengar teriakan minta tolong Marhodin yang mengabarkan korban tersengat lisrik.
Setelah berada di bawah, ia melihat beberapa rekan korban sudah berada di sampingnya dan berupaya melakukan pertolongan.
“Saya bersama teman-teman langsung membawa korban ke Puskesmas Kalipucang, tapi di tengah jalan nyawanya tidak terselamatkan. Ia meninggal dunia,” tuturnya.
Pascakejadian, sejumlah polisi dari Polsek Kalipucang dan petugas PLN langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekaligus memeriksa kronologis kejadian yang menimpa korban. Atas kejadian ini, korban meninggalkan seorang istri bernama Lia Fadlia (26) dan dua anak, masing-masing Farohhumaidah (5) juga Zaidan (5 bulan).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar beberapa hari yang lalu korban berkeinginan mengajukan bantuan untuk pembangunan PAUD melalui program PNPM Mandiri Kecamatan kalipucang.
“Saat bertemu di Desa Emplak, korban sempat mengutarkan keinginannya untuk mendirikan PAUD. Lantas kami mengapresiasinya dan agar segera ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,”ujar Neng Sukinah (52), Koordinator PNPM Emplak sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).(Jer)***
Jumat, 01 November 2013
USTADZ YANG BERSEMANGAT dI PNPM TEWAS TERSENGAT LISTRIK
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar