Pages

Kamis, 05 September 2013

Koordinasi Lahir dan Batin

Sebuah Catatan upaya membangun komunikasi dalam koordinasi by mang ojo


Tasikmalaya (6/08), bertempat di Hotel Crown Tasikmalaya diselenggarakan rapat koordinasi tingkat propinsi  PNPM Mandiri Perdesaan yang diikuti seluruh fasilitator kabupaten  dan satker kabupaten / OPD yang menanganani PNPM Mandiri Perdesaan sejawa barat, Tim KMW jawa barat dan Satker propinsi PNPM Mandiri/ BPMD Propinsi Jawa Barat, jumlah yang hadir mencapai 82 orang.


Di setiap awal rakor senantiasa di buka dengan kegiatan seremonial pembukaan dengan menyanyikan lagu nasional kebangsaan kita yaitu Indonesia Raya, setelah itu dilanjutkan pengarahan-pengarahan  ( baca intruksional khusus berupa harapan,dll ), kemudian masuk pada ritual informasi-informasi manajemen, dan pasti nya banyak agenda yang di bahas.

Menyanyikan lagu Kebangsaan diawal rapat, pertemuan, organisasi pada dasarnya bukan sekedar ritual pelengkap, pada bait lagu Indonesia Raya terdapat nilai-nilai komitmen yang di bangun yaitu  bangunlah jiwanya bangunlah badannya.  Terdapat harapan besar setelah setelah menyanyikan lagu dari ciptaan W.R. Supratman ditulis dengan tempo M.M. q 96, yang harus dinyanyikan dalam kecepatan 96 ketukan dalam waktu satu menit, dengan not seperempat sebagai satuan hitungannya karena menggunakan tanda birama 4/4,  lagu ini dapat menciptakan kekuatan komitment sebagai landasan sebuah kerja bersama.

Rapat Koordinasi merupakan upaya membangun hubungan kerja dengan semua pihak yang terkaituntuk pencapaian tujuan bersama dalam kegiatan program sebagai organisasi kerjanya, Koordinasi memiliki akar kata ordo atau orde  yang berarti tertib, sehingga pada dasarnya koordinasi adalah upaya menertibkan antar pihak dalam hubungan kerjanya.

Hubungan kerja pada dasarnya melakukan komunikasi. Dalam melakukan komunikasi juga  perlu memperhatikan elemen-elemen dan jenis-jenis komunikasi yang ada agar dapat berkomunikasi efektif. Disamping memehami konsep dan batasan / pengertian komunikasi, juga harus mengetahui secara jelas teknis dan hambatan dalam berkomunikasi. Untuk dapatmencapai keberhasilan dalam pelaksanaan koordinasi dan hubungan kerja, semua pihak harus menyadari dan mempehatikan hambatan-hambatan dan teknis-teknis berkomunikasi.

Hal menarik dari rapat koordinasi ini adalah dengan menciptakan suasana kebersamaan sebagai organisasi kerja, setelah beberapa saat terpecah dalam kungkungan rutinitas yang cenderung mulai menjadi sedikit jenuh, rupanya bukanlah seorang fasilitator kalau seorang  tidak bisa melepaskan kejenuhan rutinitas. Hal ini kemudian di komunikan dengan baik dan di sambut baik dengan melakukan kegiatan in formal melalui kegiatan pertandingan bulu tangkis antar fasilitator  ( baca ; alangkah indah kalau kawan-kawan berbaju besi bisa ikut bersama ).  Pertandingan bulu tangkis yang di ikuti kawan-kawan Fasilitator dan Tim KMW jabar, sangat di rasakan menciptkan pemecahan kebekuan hubungan hirarkis yang senantiasa menjadi hambatan komunikasi, sehingga berdampak pada hasil-hasil rapat koordinasi yang dilakukan.

Pertandingan yang terpantau saat pertandingan adalah pertempuran sengit pada pertandingan  :
·         Babak pertandingan Ka Nunu/ David Vs Arif/Kusna dengan skor 30 : 18 untuk kemenganan Ka Nunu/David
·         Babak pertandingan Asep Suhendra/Dedi ‘kumis’ kusnadi Vs Rahmat Benzema Suryanegara/ Andre Endrawan yang di menangkan pasangan Rahmat/Endrawan dengan skor 30 : 18
·         Babak Pertandingan Rudi Hartono Rosdiana/Bambang Pamungkas Vs Eka Ramdani/ Amat Imin Al-Gori. Yang di menangkan  Pasangan Eka/Amat dengan skor 30 : 16

Pertandingan  Pasangan Rudi Hartono Rosdiana/ Bambang Pamungkas melawan Pasangan Amat Imin Al-Gori dan Eka Ramdani, merebut perhatian penonton yang menyaksikan pertandingan ini yang mencapai 45 orang serta semakin meriah di dukung oleh Grup Cheer Leader mang Matin dan Uwa Ujang . Dan akhirnya mengukuhkan pertandingan ini menjadi pertandingan terbaik, karena telah menciptakan suasana yang mampu memecah kebekuan komunikasi melalui kegiatan.

Upaya membangun suasana kondusif tim kerja PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Barat pada kesempatan  rapat koordinasi kali ini setelah kegiatan pertandingan bulu tangkis di tindak lanjuti dengan diskusi ringan dengan narasumber Amat Imin Al-Gori yang di Moderasi dengan gaya kocak provokatif oleh spesialis KIE KMW jabar Gus Yasin di ikuti pak Sugih Arto dan kawan-kawan tim faskab. Diskusi  berlangsung sampai pukul 00.35 WIB dan memberikan kenangan  dan kesegaran pikiran dan jiwa.

Kondisi seperti hal-hal tersebut diatas yang mengkombinasikan agenda formal dan informal menjadi kesatuan bangunan koordinasi. Yang mampu menyatupadukan input suplemen yang bersifat kognitif dan informasi, dengan suplemen kebugaran badan dan di sempurnakan suplement jiwa kebersamaan yang mampu memecah kebuntuan komunikasi dalam fungsi koordinasi pada sebuah rapat koordinasi.

Pada akhirnya fungsi koordinasi dalam rapat koordinasi akan mendorong kinerja organisasi dengan menyatu-padukan komitment bersama ( bukan instruksional ) dan bangunan komunikasi, sehingga terdapat kesiapan peran antar stakeholder dalam sebuah organisasi program yang sedang memberdayakan cakupan lingkungan organisasi program untuk menerima berbagai tantangan dan tanggungjawab kinerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar