Tahapan kegiatan PNPM-MPd. Kab Ciamis
T.A. 2013 sampai dengan bulan Agustus
ini di beberapa kecamatan sudah memulai
pelaksanaan kegiatan. FT dan FK kecamatan bersama masyarakat melaksanakan
trial kegiatan sebagai wujud pengendalian baik kualitas maupun kuantitas
kegiatan sehingga hasil kegiatan dapat bermanfaat secara maksimal.
Tulisan ini akan menceritakan
salah satu kunjungan (30/08/2013) Ass.
FT-Kab (Wawan Darnawan) dan Ass. Faskab.
(M. Widiantoro) di kecamatan Pamarican desa Mekarmulya dengan kegiatan Jalan dengan Perkerasan Rabat Beton bersama teman-teman FK/FT dan PL.
Perjalanan menuju lokasi kegiatan
memakan waktu 1,5 jam setelah melewati dua bukit dengan tanjakan dan turunan
yang cukup menantang dimana kondisi jalan sebagian rusak, yang memaksa kami menghentikan
kendaraan untuk mendinginkan mesin sejenak
sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga proses supervisi dan monitoring
kegiatan terasa berkesan.
Sesampainya di lokasi kegiatan terlihat
semangat para pelaku desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan yang menjadi kebutuhan
masyarakat karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menuju desa
Mekarmulya.
Sejenak kami memperhatikan proses
pengecoran kegiatan yang sedang dilaksanakan, focus kami tertuju pada komposisi
adukan dengan menggunakan ember cat besar (25 kg) sebagai takaran untuk masing-masing
material. Komposisi yang digunakan adalah 1 Semen : 3 Pasir : 5 Split. Tidak
lama kegiatan terhenti karena jam kerja sudah menunjukan pukul 15.00 dan sebagian
masyarakat pun mulai pulang, sebagian lagi melanjutkan kegiatan pemasangan
begisting untuk di cor besok hari.
Saat inilah kami meminta ijin untuk melakukan
pemeriksaan, mulai dengan melakukan pengukuran dimensi (gambar terlampir), dan sharing dengan
masyarakat mengenai komposisi adukan dan ternyata TPK mampu menjelaskan kenapa
harus ditakar, kenapa harus 1 Semen : 3 Pasir dan 5 Split.
Acungan jempol pertama untuk teman-teman di kecamatan yang telah
melakukan pembelajaran kepada masyarakat.
Diskusi semakin seru ketika
masyarakat mengajukan pertanyaan:
1.
Kenapa menggunakan plastik dibawah rabat beton,
masyarakat khawatir nanti rabat beton tidak mengikat ke pondasi jalan dan
kemungkinan lepas terutama pada bagian tanjakan.
2.
Kenapa harus disekat-sekat (dilatasi), dan
bagaimana kalau sekatnya tidak dilepas.
Dengan santai kami coba membaur
sehingga walaupun baru bertemu terasa ikatan kekeluargaan lebih akrab dan mulai menyampaikan penjelasan
mengenai pertanyaan diatas.
Dimulai dengan menggali
pengetahuan masyarakat mengenai konstruksi perkerasan jalan, terdiri dari:
·
Perkerasan Telford
·
Perkerasan Telasah
·
Perkerasan Aspal
·
Perkerasan Rabat beton.
Perkerasan terdiri dari 2 macam:
·
Perkerasan Kaku (Rigid)
·
Perkerasan Lentur (Fleksible)
Perkerasan Rabat beton termasuk
pada perkerasan Kaku (rigid). Kekuatan rabat beton sangat dipengaruhi oleh faktor
air semen (f.a.s), sehingga ketika begisting bocor maka air semen akan terbuang yang dapat
mengakibatkan beton keropos dan mengurangi kekuatannya, begitu juga ketika
rabat beton pada lapisan bawah terdiri dari pasir untuk menghindari meresapnya
air semen dipasang lapisan plastik atau bisa juga dengan lantai kerja dari
adukan. Karena Rabat beton merupakan perkerasan kaku lapisan plastik dapat juga
berfungsi untuk menghindari merekatnya rabat dengan permukaan jalan exsisting
dan diharapkan beton akan bergerak dengan bebas pada saat terkena beban yang
dapat membantu mengurangi terjadinya retak/patah.
Sekat sebaiknya terbuat dari
bahan yang mengikat dan lentur diantaranya aspal selain air tidak masuk dan meresap aspal juga
mengikat antara panel dengan panel dan masih dapat bergerak bebas.
Tidak terasa haripun semakin sore
jam menunjukkan angka 16.30, sebelum berpamitan kami mencoba melontarkan 1
pertanyaan mengenai keberlanjutan hasil kegiatan, sekali lagi kami Acungkan Jempol buat teman-teman di kecamatan yang telah
melakukan sosialisasi dengan baik, sehingga masyarakat menyadari bahwa
PNPM-MPd. telah mengajarkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan
dan kewajiban masyarakat untuk memelihara hasil kegiatan.
Dari hasil monitoring kali ini
kami dapat simpulkan bahwa, proses pembelanjaran dan transfer pengetahuan kepada masyarakat telah terjadi di desa
Mekarmulya walaupun baru sedikit yang dapat kami berikan dan sadar masih banyak
yang harus kita benahi bersama diantaranya kelengkapan administrasi yang
seharusnya berjalan mengikuti perkembangan pelaksanaan kegiatan.
Tidak banyak yang saya impikan
ketika saya mulai bergabung di PNPM ini, saya hanya berharap mampu memberikan
sesuatu walau “SEDIKIT TAPI BERARTI”.
Akhirnya kamipun beramah-tamah dan pamit untuk
melanjutkan perjalan semoga diskusi ini menorehkan kesan yang positif, terima
kasih kami ucapkan kepada pelaku PNPM dan masyarakat desa Mekarmulya yang telah
menerima kami dengan kehangatannya, teman-teman FK/FT, PL dan UPK kecamatan
Pamarican, sehingga kami mendapatkan pelajaran berharga yang terus menambah dan
mengasah kami dalam menentukan sikap sebagai pelaku pemberdayaan.
Mohon maaf apabila penjelasan yang saya sampaikan jauh dari harapan para pembaca, ditunggu kritik dan koreksinya.
by wawand (Ass. FT-Kab. Ciamis)
Mohon maaf apabila penjelasan yang saya sampaikan jauh dari harapan para pembaca, ditunggu kritik dan koreksinya.
by wawand (Ass. FT-Kab. Ciamis)

bagus sekali
BalasHapusbisa minta infonya taw no hpnya
Hapuskami berencana akan mengadakan study banding ni no saya Ibenk 087825292039 dari bandung
Hapus