Pages

Selasa, 03 September 2013

DISKUSI ASIK BERSAMA MASYARAKAT

Tahapan kegiatan PNPM-MPd. Kab Ciamis T.A. 2013  sampai dengan bulan Agustus ini di beberapa kecamatan  sudah memulai pelaksanaan kegiatan.  FT dan FK  kecamatan bersama masyarakat melaksanakan trial kegiatan sebagai wujud pengendalian baik kualitas maupun kuantitas kegiatan sehingga hasil kegiatan dapat bermanfaat secara maksimal.

Tulisan ini akan menceritakan salah satu kunjungan  (30/08/2013) Ass. FT-Kab (Wawan Darnawan) dan  Ass. Faskab. (M. Widiantoro) di kecamatan Pamarican desa Mekarmulya dengan kegiatan  Jalan dengan Perkerasan Rabat Beton  bersama teman-teman FK/FT dan PL.
Perjalanan menuju lokasi kegiatan memakan waktu 1,5 jam setelah melewati dua bukit dengan tanjakan dan turunan yang cukup menantang dimana kondisi jalan sebagian rusak, yang memaksa kami menghentikan kendaraan  untuk mendinginkan mesin sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga proses supervisi dan monitoring kegiatan terasa berkesan.

Sesampainya di lokasi kegiatan terlihat semangat para pelaku desa dan masyarakat  melaksanakan kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menuju desa Mekarmulya.

Sejenak kami memperhatikan proses pengecoran kegiatan yang sedang dilaksanakan, focus kami tertuju pada komposisi adukan dengan menggunakan ember cat besar (25 kg) sebagai takaran untuk masing-masing material. Komposisi yang digunakan adalah 1 Semen : 3 Pasir : 5 Split. Tidak lama kegiatan terhenti karena jam kerja sudah menunjukan pukul 15.00 dan sebagian masyarakat pun mulai pulang, sebagian lagi melanjutkan kegiatan pemasangan begisting untuk di cor besok hari.


Saat inilah kami meminta ijin untuk melakukan pemeriksaan, mulai dengan melakukan pengukuran dimensi  (gambar terlampir), dan sharing dengan masyarakat mengenai komposisi adukan dan ternyata TPK mampu menjelaskan kenapa harus ditakar, kenapa harus 1 Semen : 3 Pasir dan 5 Split.
Acungan jempol pertama untuk teman-teman di kecamatan yang telah melakukan pembelajaran kepada masyarakat.

Diskusi semakin seru ketika masyarakat mengajukan pertanyaan:
1.          Kenapa menggunakan plastik dibawah rabat beton, masyarakat khawatir nanti rabat beton tidak mengikat ke pondasi jalan dan kemungkinan lepas terutama pada bagian tanjakan.
2.          Kenapa harus disekat-sekat (dilatasi), dan bagaimana kalau sekatnya tidak dilepas.

Dengan santai kami coba membaur sehingga walaupun baru bertemu terasa ikatan kekeluargaan  lebih akrab dan mulai menyampaikan penjelasan mengenai pertanyaan diatas.

Dimulai dengan menggali pengetahuan masyarakat mengenai konstruksi  perkerasan jalan, terdiri dari:
·         Perkerasan Telford
·         Perkerasan Telasah
·         Perkerasan Aspal
·         Perkerasan Rabat beton.
Perkerasan terdiri dari 2 macam:
·         Perkerasan Kaku (Rigid)
·         Perkerasan Lentur (Fleksible)

Perkerasan Rabat beton termasuk pada perkerasan Kaku (rigid). Kekuatan rabat beton sangat dipengaruhi oleh faktor air semen (f.a.s), sehingga ketika begisting bocor maka  air semen akan terbuang yang dapat mengakibatkan beton keropos dan mengurangi kekuatannya, begitu juga ketika rabat beton pada lapisan bawah terdiri dari pasir untuk menghindari meresapnya air semen dipasang lapisan plastik atau bisa juga dengan lantai kerja dari adukan. Karena Rabat beton merupakan perkerasan kaku lapisan plastik dapat juga berfungsi untuk menghindari merekatnya rabat dengan permukaan jalan exsisting dan diharapkan beton akan bergerak dengan bebas pada saat terkena beban yang dapat membantu mengurangi terjadinya retak/patah.

Kami mencoba mengilustrasikan dengan menggunakan 2 buah papan yang diletakkan diatas tanah sebagai perumpamaan 2 buah panel beton (gambar terlampir), ketika ada beban yang menginjak papan tadi maka papan akan bergerak, terlihat fungsi sekat (dilatasi) disini papan / panel yang terkena beban akan bergerak bebas karena panel terpisah antara satu dengan yang lainnya.
Sekat sebaiknya terbuat dari bahan yang mengikat dan lentur diantaranya aspal  selain air tidak masuk dan meresap aspal juga mengikat antara panel dengan panel dan masih dapat bergerak bebas.


Tidak terasa haripun semakin sore jam menunjukkan angka 16.30, sebelum berpamitan kami mencoba melontarkan 1 pertanyaan mengenai keberlanjutan hasil kegiatan, sekali lagi kami Acungkan Jempol  buat teman-teman di kecamatan yang telah melakukan sosialisasi dengan baik, sehingga masyarakat menyadari bahwa PNPM-MPd. telah mengajarkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan kewajiban masyarakat untuk memelihara hasil kegiatan.  

Dari hasil monitoring kali ini kami dapat simpulkan bahwa, proses pembelanjaran dan transfer pengetahuan  kepada masyarakat telah terjadi di desa Mekarmulya walaupun baru sedikit yang dapat kami berikan dan sadar masih banyak yang harus kita benahi bersama diantaranya kelengkapan administrasi yang seharusnya berjalan mengikuti perkembangan pelaksanaan kegiatan.

Tidak banyak yang saya impikan ketika saya mulai bergabung di PNPM ini, saya hanya berharap mampu memberikan sesuatu walau “SEDIKIT TAPI BERARTI”.
Akhirnya kamipun beramah-tamah dan pamit untuk melanjutkan perjalan semoga diskusi ini menorehkan kesan yang positif, terima kasih kami ucapkan kepada pelaku PNPM dan masyarakat desa Mekarmulya yang telah menerima kami dengan kehangatannya, teman-teman FK/FT, PL dan UPK kecamatan Pamarican, sehingga kami mendapatkan pelajaran berharga yang terus menambah dan mengasah kami dalam menentukan sikap sebagai pelaku pemberdayaan.
Mohon maaf apabila penjelasan yang saya sampaikan jauh dari harapan para pembaca, ditunggu kritik dan koreksinya.

by wawand (Ass. FT-Kab. Ciamis)

3 komentar:

  1. Balasan
    1. bisa minta infonya taw no hpnya

      Hapus
    2. kami berencana akan mengadakan study banding ni no saya Ibenk 087825292039 dari bandung

      Hapus