Di tengah meningkatnya harga
berbagai kebutuhan rumah tangga, banyak upaya yang dilakukan masyarakat desa
agar dapat bertahan dalam mempertahanankan ketahanan ekonomi keluarga, meskipun
hidup di daerah perdesaan yang terpencil, tidak semua kebutuhan sayuran,
buah-buahan serta kebutuhan dapur dapat di peroleh dengan mudah, karena jenis
usaha pertanian yang di kelola oleh keluarga pada umumnya hanya menggantungkan
pada tanaman padi sawah, palawija, dan kebun seperti kopi, coklat dan kapolaga.
Peran perempuan perkuatnya pondasi ekonomi rumah tangga terbukti mejaga ketahanan keluarga agar tetap ber-Tahan dan ber-Tuhan., Tahan terhadap berbagai krisis harga kebutuhan pokok, kehidupan religi yang terjaga menyempurnakan kehidupan keluarga Sakinah, Mawadah Wa Rohmah. Inilah gambaran peran perempuan di sebuah desa terpencil di kecamatan Cidolog. kabupaten Ciamis.
Kelompok wanita tani ( KWT )
Aster yang di ketua ibu Aam Ambarwati ( 45 th ) yang berlokasi di desa Janggala
kecamatan Cidolog, adalah kelompok perempuan yang secara sadar bahwa untuk mempertahankan
ketahanan ekonomi rumah tangga, maka perlu upaya untuk meningkatkan fungsi
pekarangan sebagai sumber pendapatan kebutuhan rumah tangga. Semua anggota
kelompok wanita tani aster yang beranggota 25 orang memiliki lahan pekarangan
dengan berbagai tanaman yang dapat menunjang kebutuhan rumah tangga khususnya
dapur seperti cabe merah, cabe rawit, bawang, kemanggi, pepaya,tomat, kapolaga
serta tanaman bernilai ekonomis termasuk tanaman hias.
Lahan pekarangan yang di
optimalkan pemanfaatannya bagi ibu-ibu KWT Aster sangat membantu untuk
mencukupi kebutuhan dasar di dapur, sehingga warung-warung di sekitarnya jarang
sekali menjual kebutuhan dapur seperti cabe, bawang dll, karena masyarakat
tercukupi kebutuhannya oleh tanaman yang di pelihara di pekarangannya
masing-masing , kecuali pemenuhan bumbu dapur ( vetcin, royco, produk olahan
pabrik ), sungguh ini merupakan bentuk pemberdayaan rumah tangga berbasis
komunitas yang sangat menarik, yang mampu memperkuat ekonomi rumah tangga.
Bukti keberhasilan KWT Aster
dengan pemanfaatan pekarangan terbukti pengelolaan Simpan Pinjam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Peredesaan ( PNPM MPd ) yang di kelola
Kelompok sudah mencapai omzet pengelolaan hampir mencapai Rp. 200.000.000,-
tidak mengalami permasalahan tunggakan, selama mengelola kegiatan Simpan
Pinjamnya, karena anggota kelompok memiliki tabungan dalam bentuk tanaman
pekarangan yang berproduksi terus menerus dan di kelola dengan baik.
Meskipun pada umumnya masyarakat
di desa Janggala kecamatan Cidolog tergolong masyarakat dengan kehidupan petani
sederhana, namun pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan serta pendidikan
dan kesehatan cukup terpenuhi, hal tersebut nampak kesadaran pendidikan bagi
anak-anaknya yang mampu mengenyam pendidikan menengah dan tinggi.
Kelompok Aster sebuah inspirasi
bahwa Kebangkitan ekonomi rumah tangga bisa di bangun dengan memanfaatkan lahan
pekarangan, sehingga serangan krisis pangan kebutuhan rumah tangga tetap
terpenuhi. Sukses dan semoga menginspirasi ibu-ibu lainnya di perdesaan dan perkotaan
untuk berkarya demi membangun ketahanan negara melalui ketahanan ekonomi
keluarga.
( mang ojo )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar