Pages

Rabu, 18 Juni 2014

TANAMAN PEKARANG PENOPANG KETAHANAN EKONOMI RUMAH TANGGA


Di tengah meningkatnya harga berbagai kebutuhan rumah tangga, banyak upaya yang dilakukan masyarakat desa agar dapat bertahan dalam mempertahanankan ketahanan ekonomi keluarga, meskipun hidup di daerah perdesaan yang terpencil, tidak semua kebutuhan sayuran, buah-buahan serta kebutuhan dapur dapat di peroleh dengan mudah, karena jenis usaha pertanian yang di kelola oleh keluarga pada umumnya hanya menggantungkan pada tanaman padi sawah, palawija, dan kebun seperti kopi, coklat dan kapolaga.

Peran perempuan perkuatnya pondasi ekonomi rumah tangga terbukti mejaga ketahanan keluarga agar tetap ber-Tahan dan ber-Tuhan., Tahan terhadap berbagai krisis harga kebutuhan pokok, kehidupan religi yang terjaga menyempurnakan kehidupan keluarga Sakinah, Mawadah Wa Rohmah. Inilah gambaran peran perempuan di sebuah desa terpencil di kecamatan Cidolog. kabupaten Ciamis.

Kelompok wanita tani ( KWT ) Aster yang di ketua ibu Aam Ambarwati ( 45 th ) yang berlokasi di desa Janggala kecamatan Cidolog, adalah kelompok perempuan yang secara sadar bahwa untuk mempertahankan ketahanan ekonomi rumah tangga, maka perlu upaya untuk meningkatkan fungsi pekarangan sebagai sumber pendapatan kebutuhan rumah tangga. Semua anggota kelompok wanita tani aster yang beranggota 25 orang memiliki lahan pekarangan dengan berbagai tanaman yang dapat menunjang kebutuhan rumah tangga khususnya dapur seperti cabe merah, cabe rawit, bawang, kemanggi, pepaya,tomat, kapolaga serta tanaman bernilai ekonomis termasuk tanaman hias. 

Lahan pekarangan yang di optimalkan pemanfaatannya bagi ibu-ibu KWT Aster sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan dasar di dapur, sehingga warung-warung di sekitarnya jarang sekali menjual kebutuhan dapur seperti cabe, bawang dll, karena masyarakat tercukupi kebutuhannya oleh tanaman yang di pelihara di pekarangannya masing-masing , kecuali pemenuhan bumbu dapur ( vetcin, royco, produk olahan pabrik ), sungguh ini merupakan bentuk pemberdayaan rumah tangga berbasis komunitas yang sangat menarik, yang mampu memperkuat ekonomi rumah tangga.

Bukti keberhasilan KWT Aster dengan pemanfaatan pekarangan terbukti pengelolaan Simpan Pinjam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Peredesaan ( PNPM MPd )  yang di kelola Kelompok sudah mencapai omzet pengelolaan hampir mencapai Rp. 200.000.000,- tidak mengalami permasalahan tunggakan, selama mengelola kegiatan Simpan Pinjamnya, karena anggota kelompok memiliki tabungan dalam bentuk tanaman pekarangan yang berproduksi terus menerus dan di kelola dengan baik.

Meskipun pada umumnya masyarakat di desa Janggala kecamatan Cidolog tergolong masyarakat dengan kehidupan petani sederhana, namun pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan serta pendidikan dan kesehatan cukup terpenuhi, hal tersebut nampak kesadaran pendidikan bagi anak-anaknya yang mampu mengenyam pendidikan menengah dan tinggi.


Kelompok Aster sebuah inspirasi bahwa Kebangkitan ekonomi rumah tangga bisa di bangun dengan memanfaatkan lahan pekarangan, sehingga serangan krisis pangan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Sukses dan semoga menginspirasi ibu-ibu lainnya di perdesaan dan perkotaan untuk berkarya demi membangun ketahanan negara melalui ketahanan ekonomi keluarga.

( mang ojo )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar