Sebanyak 20 desa di kab. ciamis mengikuti konferensi online Desa Indonesia ( KODI ) dengan Pansus RUU Desa ( Budiman Sujatmiko ) pada hari senin 09 Desember 2013 yang bertempat di pondok wisata Situ lengkong panjalu Kab. Ciamis. Meskipun dalam proses komunikasi banyak gangguan karena fasilitasi teleconference menggunakan piranti IT ala kadarnya, tetapi semangat para pemdes dan penggiat desa mengikuti kegiatan cukup antusias. Kegiatan ini merupakan kerja kolaborasi RBM ciamis, Telkomsel, Gerakan Desa Membangun dan Pemdes Panjalu.
Gerakan yang diawali dari inisiatif bersama desa-desa di Indonesia untuk mengelola sumber daya desa dan tata pemerintahan ini dengan menggunakan Informasi dan Teknologi atau sering disebut Desa Melek Informasi dan Teknologi (DEMIT) mengadakan video conference dari 36 lokasi berbeda di seluruh Indonesia.
Kegiatan KODI DEMIT yang baru pertama kali dilakukan secara massif di Indonesia ini memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai video conference dengan titik lokasi terbanyak. Peserta konferensi ini adalah para kepala desa, perangkat desa dan warga desa yang ada di Indonesia. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, lampung, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Sulawesi Selatan, sampai Papua Barat.
Maksud konferensi ini untuk membuktikan kesiapan desa mengambil bagian dalam kemajuan teknologi dan memanfaatkannya untuk kemajuan desa masing-masing. Khususnya untuk menyambut RUU Desa yang akan segera disahkan. Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Pansus RUU Desa dan Pembina GDM berinteraksi langsung melalui teknologi video conference dengan para kepala desa, perangkat desa dan warga desa.
Budiman mengatakan bahwa UU Desa dan DEMIT adalah dua perangkat penting untuk menuju kedaulatan desa di Indonesia. GDM sedang dan terus melakukan inovasi inovasi menuju kedaulatan desa melalu DEMIT ini.
“Saya punya visi ke depan Indonesia nol kemiskinan, yaitu cukup sandang, pangan dan papan. UU Desa adalah jalan untuk mencapai nol kemiskinan, melalui strategi membangun daulat desa. Pembangunan harus bertumpu dari bawah yaitu pada kemampuan 73.000 desa untuk menyangga kemajuan republik ini. Sedangkan DEMIT hadir sebagai salah satu wujud kesiapan desa untuk menjalankan UU Desa,” kata Budiman Sudjatmiko.
Penggiat GDM Prianton Subardio menjelaskan bahwa persiapan KODI dilakukan dalam waktu singkat dimana dirinya bersama penggiat GDM yang berbasis di Banyumas terus membangun komunikasi antar desa dengan menggunakan salah satu applikasi tidak berbayar di Internet (Google Hangout).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar