Pages

Kamis, 30 Mei 2013

Catatan Rapat Koordinasi TKPKD Kabupaten Ciamis



Senin, 20 mei 2012 di aula Bapeda Ciamis, Tim Faskab PNPM Mandiri Perdesaan terdiri Ir. H. Uun Untamiharja, Ir. Sutardjo, Muh. Widiantoro, Ir. Jinta Sri Raharjo mengikuti  rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah di singkat TKPKD yang di hadiri oleh seluruh OPD/SKPD di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis. Acara di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Ciamis Drs. H. Iing Syam Arifin selaku  Ketua TKPKD Kabupaten Ciamis.

Setelah pengarahan wakil bupati sekaligus pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan rapat yang dipimpin oleh Asda II Drs. H. Soekirman, MM  sekaligus bertindak sebagai moderator, selanjutnya penyampaian program-program pengentasan kemiskinan  oleh OPD/SKPD, yang mendapatkan kesempatan penyampaian waktu itu adalah:
1.  Kepala Dinas Kesehatan 
     Hal-hal yang di sampaikan meliputi capaian sasaran program dan anggaran serta kendala  program  
     program yang di kelola seperti Jamkesmas, Jampersal dan Jamkesda
2.  Kepala Dinas Sosial ,Tenaga Kerja dan Transmigrasi
     Program terkait penanggulangan kemiskinan yang di kelola meliputi Program Keluarga Harapan ( PKH )  
     dan program pembangunan Rutilahi ( Rumah Tidak Layak Huni )  
3.  Kepala Dinas Cipta Karya
     Program-program penanggulangan kemiskinan yang di bawah kendali Cipta Karya meliputi  PNPM 
     Mandiri Perkotaan, Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaa ( PPIP ), Program  Bantuan Stimulan  
     Perumahan Swadaya (BSPS ) dan Program Peningkatan Sanitasi dan Permukiman ( P2SP )
4.  Kepala Bapeda
     Ibu Kepala Bapeda menggambarkan Data Jumlah Rumah Tangga Sasaran ( RTS ),   berdasarkan data  
     PPLS tahun 2008 jumlah RTS sebanyak 111.730 RTS dan Tahun 2011 hasil   pendataan PPLS (kriteria  
     30% tingkat ekonomi terendah) jumlah RTS sebanyak 155.706 RTS atau jumlah orang sebanyak  
     520.709 orang, dengan perincian sbb :
              a.  Kelompok 1 (10%)   :   42.167 RTS
              b. Kelompok 2 (20%)    :   56.770 RTS
              c. Kelompok 3 (30%)    :   56.769 RTS 

     selanjutnya  mempaparkan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan :

     1.  Kurangnya sinergitas dan keterpaduan program
     2.  Data kemiskinan terbaru belum tersedia
     3.  Program/kegiatan penanggulangan kemiskinan masih banyak belum tepat sasaran
     4.  Komitmen Pemerintah Daerah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholders  lainnya implementasinya 
          belum optimal
     5.  Motivasi masyarakat miskin relatif rendah
     6.  Kebijakan Pemerintah yang berdampak terhadap bertambahnya beban masyarakat miskin
              
             Hal menarik dari beberapa penyampaian adalah bahwa program-program pengentasan kemiskinan yang didukung oleh anggaran senantiasa sulit untuk dilakukan evaluasi capaian karena tidak jelasnya sumber data kemiskinan yang akan dijadikan sebagai Target sasaran masih terjadi perbedaan data sasaran masyarakat miskin.      
              Ketergantungan pada anggaran hal yang sangat mengkhawatirkan kita semua terlebih bila Bantuan Langsung Masyarakat tidak memberikan efek/dampak perubahan dari sisi mentalitas, tentu hal ini menyebabkan kontraproduktif terhadap tujuan awal program terutama bagaimana membangun kemandirian masyarakat dengan kekuatan yang dimiliki sendiri melalui membangun penyadaran kolektif, komitmen bersama, Gerakan kolektif yang pada akhirnya menciptakan kemandirian.
              Mencermati Tabel 1. menggambarkan kinerja program yang cukup menarik karena perkembangan alokasi bantuan langsung masyarakat berbanding terbalik dengan swadaya masyarakat.  Pelaksanaan Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Kab Ciamis menunjukan Penurun bantuan dana dari tahun 2009 sampai 2012, tetapi nilai swadaya masyarakat menunjukan peningkatan. Ini menunjukan berbagai peningkatan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pola pembangunan yang berbasis partisipatif, atau perlu melakukan kajian kritis kembali antara faktor/komponen yang mempengaruhi peran sosial dan bentuk program-program pengentasan kemiskinan

                                    Tabel 1. Perkembangan BLM dan Swadaya Masyarakat

              Pada Kondisi lain tergambarkan pada tabel 2 yang menggambarkan peningkatan Hari Orang berkerja ( HOK ) untuk masyarakat Miskin pada keterlibatan di kegiatan proyek pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan demikian pula dengan angkatan kerja masyarakat miskin yang semakin meningkat dari tahuin ke tahun.  Ini menggambarkan bagaimana skema bantuan langsung masyarakat dengan pendampingan dapat memiliki daya ungkit partisipasi masyarakat miskin terlibat dalam pekerjaan proyek masyarakat.
             
                                                    Tabel 2. Kontribusi Masyarakat Miskin dalam  
                                                                 kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan

Keterlibatan masyarakat secara aktif dalam kegiatan program-program pengentasan kemiskinan pada setiap tahapan kegiatan perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemeliharaan dan evaluasi menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan program-program yang terlibat.


By Mang Ojo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar